Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BP Tapera Apresiasi Kinerja Bank Penyalur & Pengembang FLPP
Selasa, 30 September 2025 19:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengapresiasi kinerja bank penyalur dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan asosiasi pengembang.
Apresiasi itu disampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat akad massal 26 ribu unit rumah KPR Sejahtera di Perumahan Pesona Kahuripan, Cileungsi, Bogor, 29 September 2025.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menegaskan, pencapaian penyaluran dana FLPP kali ini mencatat sejarah. Akad massal tersebut menjadi yang terbesar sejak program FLPP berjalan.
"Semua ini bisa terwujud berkat dukungan banyak pihak. BTN masih menjadi penyalur terbesar KPR FLPP dengan 93.362 unit. Disusul BTN Syariah 37.065 unit, BRI 17.648 unit, BNI 8.568 unit, dan Bank Mandiri 8.064 unit," papar Heru Selasa (30/2025)
Baca juga : BP Tapera Apresiasi Kinerja Bank Penyalur Dan Asosiasi Pengembang
Tak hanya bank penyalur, asosiasi pengembang perumahan subsidi juga ikut berkontribusi besar.
Data BP Tapera per 29 September 2025 mencatat, REI menempati posisi tertinggi dengan realisasi 77.139 unit. Lalu APERSI 55.516 unit, HIMPERRA 24.967 unit, ASPRUMNAS 6.083 unit, dan APERNAS 5.946 unit.
Mantan pegawai Kemenkeu ini menyebut, sepanjang 1 Januari-29 September 2025, realisasi penyaluran KPR FLPP mencapai 184.357 unit atau 52,67 persen, dengan nilai sekitar Rp22,86 triliun.
Penyaluran dilakukan melalui 38 bank, melibatkan 7.382 pengembang di 11.488 lokasi perumahan yang tersebar di 33 Provinsi dan 394 Kabupaten/Kota.
Baca juga : KBRI Tokyo Sambut Kerja Sama Penyediaan Tenaga Pengemudi RI Ke Jepang
Jawa Barat masih menjadi penyumbang terbesar dengan 42.123 unit. Disusul Jawa Tengah 15.920 unit, Suawesi Selatan 14.954 unit, Banten 12.407 unit, dan Jawa Timur 12.161 unit.
Presiden Prabowo yang hadir dalam acara itu turut menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Momen ini sekaligus jadi bukti hadirnya negara memberi akses hunian layak, sehat, dan terjangkau.
Prabowo menekankan pentingnya sektor perumahan sebagai penggerak ekonomi nasional.
"Kita beri target tinggi 3 juta rumah. Target itu harus dikejar. Sebagai pemimpin transformatif, kita harus berani mencetak sejarah demi rakyat," tegasnya.
Baca juga : Toleransi Dan Amanah Jadi Pondasi Kebersamaan Polri Dengan Rakyat
Sebanyak 10 perwakilan MBR dari berbagai profesi menerima kunci rumah secara simbolis. Mereka berasal dari kalangan asisten rumah tangga, penyandang tuna netra, petani, buruh, pengemudi ojek online, tukang becak, guru, perawat, TNI, dan Polri.
Presiden bahkan sempat berdialog soal kondisi rumah, fasilitas lingkungan, proses akad, hingga keterjangkauan harga.
Suasana haru juga terasa ketika Prabowo menyempatkan diri mengunjungi rumah subsidi milik keluarga almarhum Affan Kurniawan, korban meninggal dalam aksi demo anarkis di Jakarta beberapa waktu lalu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya