Dark/Light Mode

Idrus Marham Dukung Pramono Tolak Atlet Israel Di Jakarta

Jumat, 10 Oktober 2025 17:47 WIB
Idrus Marham. (Foto: Edy/RM)
Idrus Marham. (Foto: Edy/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Penasehat DPP BK PRMI, Idrus Marham, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menolak kehadiran atlet Israel dalam ajang World Artistic Gymnastics Championships (WAGC) 2025 di Jakarta.

Menurut Idrus, keputusan Pramono bukanlah sikap populis, melainkan bentuk keteguhan prinsip terhadap martabat bangsa dan konsistensi diplomasi Indonesia. Ia menilai sikap itu sejalan dengan posisi politik luar negeri Indonesia yang sejak awal berpihak pada kemerdekaan Palestina.

“Selama Israel belum mengakui Palestina, kita tidak punya dasar moral maupun diplomatik untuk bersikap seolah normal,” ujar Idrus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (10/10/2025). 

Idrus menegaskan, memberi ruang bagi atlet Israel di tengah situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza bisa ditafsirkan sebagai pelemahan posisi Indonesia di mata dunia. “Kita harus teguh menjaga komitmen luar negeri kita, bahwa pengakuan terhadap Israel hanya akan menyusul bila mereka mengakui negara Palestina,” ujarnya.

Baca juga : Gubernur Pramono Janji Tertibkan Proyek Galian Di Jakarta

Ia juga meminta agar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta panitia penyelenggara mempertimbangkan dampak strategis dari keputusan ini — baik secara diplomatik, publik, maupun regulasi olahraga internasional.

“Ini bukan sekadar teknis olahraga. Ini menyangkut moral dan politik luar negeri,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar visa bagi atlet Israel tidak diterbitkan untuk mengikuti kejuaraan dunia senam tersebut. “Kalau saya, yang paling penting visanya gak usah dikeluarin saja, supaya gak ke Jakarta. Karena gak ada manfaatnya dalam kondisi seperti ini,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.

Pramono menilai kehadiran atlet Israel di tengah tragedi kemanusiaan di Gaza dapat memicu reaksi emosional masyarakat Indonesia.

Baca juga : PAN Jakarta Tolak Atlet Israel Di World Artistic Gymnastics Championships 2025

Ia juga menegaskan, pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB sudah menjadi dasar yang jelas bagi arah politik luar negeri Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel apabila negara itu mengakui kemerdekaan Palestina.

Penolakan terhadap delegasi Israel sendiri bukan hal baru bagi Indonesia. Dalam sejumlah ajang internasional sebelumnya, langkah serupa pernah diambil karena kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.

Menurut Idrus Marham, keputusan Pramono mempertegas komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina dan menjadi pengingat penting bahwa diplomasi bangsa ini tetap berpijak pada nilai kemanusiaan serta konstitusi.

Baca juga : Gubernur Pramono Tolak Atlet Israel Di Kejuaraan Dunia Senam Di Jakarta

“Ini bukan tindakan intimidatif, tapi bentuk konsistensi. Kita harus menjaga integritas bangsa di tengah tekanan global,” tutup Idrus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.