Dark/Light Mode

Internasionalisasi Islam Ala Presiden Prabowo

Jumat, 24 Oktober 2025 15:31 WIB
Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. DR. Imam Subchi. Foto: Ist
Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. DR. Imam Subchi. Foto: Ist

 Sebelumnya 
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian yang lebih bagi pondok-pondok pesantren, yang tercatat hari ini berjumlah kurang lebih 42.000 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada saat yang sama, perhatian tersebut juga mengarah kepada ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi. Hal ini yang saat ini menjadi concern pemerintah, terutama yang sedang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Baca juga : Survei IPO: Mayoritas Publik Puas dan Percaya pada Presiden Prabowo

Secara umum, pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren ini secara eksplisit menunjukkan komitmen pemerintah terhadap para santri di Indonesia, agar bisa menjadi pemimpin yang memiliki kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas yang unggul di tengah persaingan global. Oleh karena itu, komitmen pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren ini juga secara inheren direspons secara cepat oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan adanya kehadiran surat bernomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 pada 21 Oktober 2025. Dalam hal ini, pembentukan ditjen, menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk mengonsolidasikan pondok pesantren di seluruh Indonesia, agar bisa terdata dengan baik. Hasilnya, jika data sudah terintegrasi tentu saja pemerintah akan dengan mudah memberikan pelayanan dan menjaga para santri tersebut, terutama dalam konteks ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi, sebagaimana yang telah disampaikan di awal. 

Baca juga : Inflasi Indonesia Terendah Di G20, Prabowo Puji Jokowi

Kepedulian Presiden Prabowo Subianto sekaligus Menteri Agama Nasaruddin Umar serta para aktor yang telah mengusulkan pembentukan ini sedari awal tentu memiliki prospek yang besar terhadap para santri dan pondok pesantren, terutama diharapkan bisa meningkatkan kompetensi para santri di tengah peradaban kontemporer yang semakin kompleks, terlebih di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, Indonesia menjadi negara yang sangat aktif di kancah internasional. Isu Islam dan kemanusiaan senantiasa disuguhkan menjadi sajian penting terhadap permasalahan dunia yang kian kompleks. Sehingga, Presiden Prabowo Subianto yang merepresentasikan Indonesia di forum-forum internasional semakin dihormati karena menempatkan kemanusiaan di atas segalanya, sebagaimana yang telah dilakukan oleh K.H Abudurrahman Wahid (Gus Dur). Dengan kata lain, kepedulian Presiden Prabowo Subianto ini relevan terhadap nilai-nilai politik domestik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.