Dark/Light Mode

Bendum Golkar Sari Yuliati Di Podcast Ngegas

Ada Sesi Curhat Buat Menteri Golkar

Jumat, 31 Oktober 2025 07:25 WIB
Bendahara Umum (Bendum) Partai Golkar Sari Yuliati. (Foto: Fitri/RM)
Bendahara Umum (Bendum) Partai Golkar Sari Yuliati. (Foto: Fitri/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar punya cara sendiri menjaga performa kadernya yang duduk di Kabinet Merah Putih. Bukan lewat rapat resmi atau evaluasi kaku, tapi lewat forum yang disebut “sesi curhat”. Selain menyampaikan unek-unek, forum tersebut jadi ajang evaluasi terhadap kinerja kadernya di kabinet. 

Cerita itu diungkap Bendahara Umum (Bendum) Partai Golkar Sari Yuliati, saat menjadi tamu di Podcast Ngegas yang dipandu editor Siswanto, Kamis (30/10/2025). Topik perbincangan kali ini membahas capaian setahun pemerintahan Prabowo-Gibran. 

“Ini saya kasih bocoran aja. Kami punya dapur sendiri untuk mengevaluasi kader kami di Pemerintahan. Kita sebut curhat session,” ungkap Sari. 

Sari menilai, kinerja pemerintahan secara keseluruhan sudah cukup baik. Namun, menurutnya, masih ada bebe rapa hal yang perlu disempurnakan agar sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. 

“Beliau (Presiden) pernah bilang, menteri yang nakal akan dievaluasi, tapi sebelumnya diberi peringatan. Makanya sebelum ditegur Presiden, kita tegur duluan kalau dianggap performanya kurang,” kata Sari sambil tertawa. 

Baca juga : BRI Cetak Laba Rp 41,2 Triliun, Perkuat Peran Strategis Dorong Ekonomi Kerakyatan

Sebagai bagian dari koalisi pendukung Pemerintah, Sari mengaku seluruh kader diarahkan untuk mendukung program Presiden Prabowo. Semua kebijakan yang jadi program prioritas Presiden Prabowo, akan dikawal seluruh kader Golkar.

Namun, dukungan itu bukan berarti Golkar menjadi pasif. Di parlemen, lanjut Sari, kader tetap diberikan kebebasan untuk menyampaikan kritik yang konstruktif jika dianggap ada yang keliru dari kebijakan pemerintah. 

“Kami juga diminta memberikan kritik yang membangun, terutama kalau ada menteri yang tidak sejalan dengan Asta Cita Presiden,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR itu. 

Apakah kritik juga berlaku untuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga Ketua Umum Golkar? Sari tersenyum. “Iya, boleh saja. Tapi kenyataannya, sejauh ini Pak Bahlil selalu tegak lurus terhadap program Pak Presiden. Yang selalu beliau bilang kan, Pasal 33 itu,” ujarnya setengah berkelakar. 

Meski koalisi pemerintah menguasai parlemen, Sari memastikan fungsi checks and balances tetap berjalan. Golkar, katanya, justru rutin melakukan otokritik internal. 

Baca juga : Nasib Bupati Sudewo Ditentukan Hari Ini...

Salah satunya terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diakui sudah baik, tapi masih perlu pembenahan teknis. “Kami juga memberi masukan. Kan nggak harus oposisi yang mengkritik,” ujarnya ringan. 

Kemudian, Sari menuturkan soal Golkar yang rajin menggelar rapat untuk melakukan evaluasi internal yang disebutnya sebagai “curhat session”. Dalam forum ini, para kader, termasuk menteri bisa menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan. Masalah-masalah itu dibahas bersama, lalu dicarikan solusi sebelum sampai ke telinga Presiden. 

“Jadi sebelum Pak Presiden menegur, kalau bisa kami sudah perbaiki duluan,” ungkap legislator asal NTB II ini. 

Menurut Sari, lebih baik ditegur partai daripada Presiden. “Proses evaluasi dilakukan terbuka. Jadi kalau ada kritik membangun, ya dibicarakan di dalam. Ketum kami juga nggak pernah marah kalau kritiknya soal substansi. Kecuali kalau yang lain-lain,” katanya sambil tertawa kecil. 

Peringatan keras, kata dia, juga sering datang dari Ketua Umum Golkar sendiri. “Pak Bahlil itu yang pertama kali ngingetin. Kalau ada kader yang lelet atau nggak nyambung dengan visi Presiden, pasti dipanggil duluan,” tambahnya. 

Baca juga : Kepada Purbaya, PAN Buka Pintu Lebar-lebar

Menutup perbincangan, Sari ditanya soal penilaiannya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran selama satu tahun ini. Ia menjawab dengan diplomatis tapi penuh makna. 

“Kalau dari 1 sampai 10, saya kasih nilai delapan. Karena dua sisanya milik Allah SWT,” ucapnya, disambut tawa tim Podcast Ngegas. 

Sari menegaskan, Golkar tetap berkomitmen mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran, sembari menjaga agar roda kekuasaan tetap dikontrol secara sehat. 

“Dukung iya, tapi bukan berarti membenarkan semua. Kritik itu tanda sayang,” pungkasnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.