Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sadar betul gaya ‘koboi nya’ banyak dikritik. Namun, alih-alih mengubah gaya, mantan bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu, malah santai. Purbaya cuma jawab: “Biarin saja!”.
Pernyataan itu dilontarkan Purbaya saat Rapat Kerja bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/11/ 2025). Di hadapan para senator, ia mengakui gayanya memang cenderung “koboi” langsung tembak tanpa banyak basa-basi.
“Saya mohon maaf kalau ada yang tersinggung, tapi yang benarlah, habiskan tuh duit!” ucapnya, merujuk pada serapan anggaran kementerian/lembaga yang masih seret menjelang akhir tahun.
Baca juga : Menimba Ilmu Keamanan Laut di Negeri Kanguru
Diketahui, belum 100 hari jadi Menkeu, Purbaya bikin berbagai gebrakan yang bikin heboh. Misalnya, dia langsung menyambangi sejumlah kementerian dan pemerintah daerah (pemda) yang serapan anggarannya rendah. Tak tanggung-tanggung, ia juga menyinggung dana daerah yang nongkrong di bank.
Langkah itu membuat sebagian pejabat kalang kabut. Namun, Purbaya berdalih, itu bukan intervensi kebijakan, melainkan bentuk dorongan agar uang negara segera berputar di tengah ekonomi yang lagi lesu.
“Kalau uangnya nganggur, negara harus bayar bunga atas uang yang tidak dipakai. Itu yang saya cegah,” tegasnya.
Baca juga : OSO Instruksikan Kader Perjuangkan Aspirasi Daerah
Purbaya juga membantah kalau bicaranya yang ceplas-ceplos cuma gaya-gayaan saja. Sebaliknya, berkat gaya koboi dan ceplas-ceplosnya itu, Purbaya mengklaim berhasil memperbaiki kondisi ekonomi, setelah mengalami tekanan pada pertengahan tahun ini. Lagian, gaya koboinya juga tak pernah menabrak aturan dan perundang-undangan.
Ia mencontohkan, saat memindahkan Rp 200 triliun dana Pemerintah di Bank Indonesia ke lima bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI), banyak yang mengkritik. Pemindahan itu dianggap melanggar undang-undang karena tak meminta persetujuan DPR.
“Tapi yang saya lakukan tidak merubah APBN, saya hanya memindahkan uang saja, itu hanya cash management,” jelasnya.
Baca juga : Muzani: Kami Terbuka Bagi Siapapun, Asal Penuhi Syarat
Alhasil, kebijakannya itu menuai hasil. Berdasarkan catatan BI, rata-rata tertimbang suku bunga kredit sampai dengan September 2025 masih sebesar 9,04 persen, turun tipis dari level bulan sebelumnya yang mencapai 9,12 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya