Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ketum ReJO: Dukung Soeharto Dan Gus Dur Jadi Pahlawan, Jokowi Negarawan
Kamis, 6 November 2025 19:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) for Prabowo–Gibran HM Darmizal MS mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo yang mendukung pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada H.M. Soeharto dan KH. Abdurrahman Wahid.
Menurut Darmizal, pernyataan Presiden Jokowi yang disampaikan pada Kamis (6/11) merupakan langkah berjiwa besar, berwawasan kebangsaan, dan sarat nilai rekonsiliasi sejarah.
“Presiden Jokowi menunjukkan kematangan sikap seorang negarawan. Beliau memandang sejarah dengan hati yang jernih, tidak dengan kacamata politik, tetapi dengan semangat kebangsaan. Ini langkah mulia yang patut diapresiasi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Darmizal di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Baca juga : Gerindra Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Darmizal menegaskan, seluruh rakyat Indonesia mengetahui dan merasakan besarnya jasa Presiden H.M. Soeharto bagi bangsa Indonesia.
“Beliau adalah Bapak Pembangunan Nasional yang meninggalkan warisan nyata — mulai dari swasembada pangan, pembangunan infrastruktur, stabilitas ekonomi, hingga fondasi birokrasi dan pemerintahan yang kuat. Tidak ada satu pun generasi bangsa ini yang tidak merasakan hasil kerja keras dan dedikasi beliau, termasuk munculnya banyak cendekiawan yang lahir berkat dukungan beasiswa Supersemar,” tegasnya.
Sementara itu, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), lanjut Darmizal, dikenal sebagai tokoh pluralisme dan kemanusiaan yang tiada duanya. “Gus Dur adalah sosok humanis, tokoh agama kharismatik, dan pejuang toleransi sejati yang dihormati di dunia internasional. Beliau mengajarkan bahwa kemanusiaan lebih tinggi dari politik, dan bahwa perbedaan adalah rahmat yang harus dirawat,” ujarnya.
Baca juga : Bertemu Di Istana, Bahlil Ajukan Soeharto Pahlawan Ke Prabowo
Darmizal menilai, dukungan Presiden Jokowi terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional tersebut menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk menyembuhkan luka sejarah serta menghormati setiap babak perjuangan nasional.
“Langkah ini adalah simbol rekonsiliasi nasional — bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pemimpinnya. Kita harus bersatu menghormati seluruh tokoh bangsa tanpa membeda-bedakan masa kepemimpinannya,” kata Darmizal.
Ia menambahkan, pengakuan terhadap jasa H.M. Soeharto dan KH. Abdurrahman Wahid bukan hanya penghormatan kepada dua tokoh besar, tetapi juga pengingat bagi generasi penerus untuk terus melanjutkan nilai-nilai keteladanan, disiplin, kejujuran, dan kemanusiaan yang mereka wariskan.
Baca juga : Pulih Dari Cedera, Jojo Makin Garang
Lebih lanjut, Darmizal menyampaikan bahwa sikap Presiden Jokowi selaras dengan semangat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan persatuan nasional dan kesinambungan pembangunan sebagai prioritas utama.
“Apa yang dilakukan Presiden Jokowi adalah teladan kenegarawanan yang luhur. Beliau menegaskan bahwa bangsa ini harus berdamai dengan sejarahnya dan melangkah maju bersama. Inilah wujud nyata semangat merajut merah putih di atas seluruh perbedaan,” tutup Darmizal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya