Dark/Light Mode

Raih Golden Leader 2026, Wamenhaj Dahnil Serukan Kebangkitan Intelektual

Senin, 9 Februari 2026 16:24 WIB
Wamenhaj Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak saat menerima penghargaan Golden Leader Tahun 2026 dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Minggu (8/2/2026). [Foto: Dok]
Wamenhaj Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak saat menerima penghargaan Golden Leader Tahun 2026 dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Minggu (8/2/2026). [Foto: Dok]

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, menerima penghargaan Golden Leader Tahun 2026 dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 JMSI yang digelar di Kota Serang, Banten.

Dalam sambutannya, Dahnil menekankan pentingnya menghidupkan kembali tradisi intelektualitas di lingkungan pers nasional, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mengabaikan substansi.

Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa (kiri) saat menyerahkan penghargaan Golden Leader Tahun 2026 kepada Wamenhaj, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, Minggu (8/2/2026). [Foto: Dok]

Mantan President Religion for Peace Asia and Pacific Youth Interfaith Network (RfP-APYIN) ini menyoroti fenomena maraknya produksi konten yang tidak diiringi kedalaman makna dan nilai. Menurut Dahnil, tantangan utama jurnalisme hari ini bukan soal kuantitas, melainkan kualitas isi.

Baca juga : Sambut Ramadan, Wamen Fajar Dorong Pendidikan Karakter & Gerakan Indonesia ASRI

“Saat ini ramai konten tapi tak berkonten. Banyak konten yang tidak berisi dan tidak memiliki nilai. Yang dibutuhkan dari jurnalis hari ini adalah konten yang sesungguhnya,” ujar doktor alumni Universitas Diponegoro, Semarang ini, Minggu (8/2/2026).

Wamenhaj Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak. [Foto: Dok]

Dahnil juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin terpinggirkannya kalangan intelektual akibat ekosistem informasi yang kurang kondusif. Dia menilai, tradisi menulis yang bermutu dan jurnalisme berbasis nalar ilmiah perlu kembali diperkuat, agar ruang publik tidak kehilangan arah.

Dalam konteks tersebut, Dahnil berharap, JMSI dapat mengambil peran strategis sebagai pelopor dalam menghadirkan “intelektual organik”—baik dari kalangan pejabat publik, akademisi, maupun tokoh masyarakat—sebagai rujukan utama dalam pemberitaan.

Baca juga : Jumlah Petugas Haji Perempuan 2026 Terbanyak Dalam Sejarah Indonesia

“Teman-teman jurnalis, mulailah berhenti mengangkat mereka yang tidak memberi ruang bagi nalar ilmiah dan intelektualisme,” tegas alumni Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) Konsentrasi Desentralisasi Keuangan Pusat dan Daerah, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Ketua Umum JMSI, Dr Teguh Santosa dan Wamenhaj Dr Dahnil Anzar Simanjuntak. [Foto: Dok]

Menutup arahannya, Dahnil menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional yang diperingati pada Senin, 9 Februari 2026. Dia berharap, pers Indonesia tetap konsisten menjalankan peran pencerah bagi masyarakat dan bangsa.

“Dengan peran pers yang terus menyampaikan informasi yang bermakna, pers akan tetap menjadi pilar yang mencerahkan dan meninggikan peradaban,” tandas mantan Staf Khusus Kementerian Pertahanan bidang Komunikasi Publik, Sosial Ekonomi, dan Hubungan Antarlembaga, saat Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan ini. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.