Dark/Light Mode

Minum Air Filter ITB-Paragon, Bayi Diare Sebulan Di Aceh Tamiang Langsung Sembuh

Minggu, 8 Maret 2026 21:28 WIB
Ilustrasi. Foto: ITB
Ilustrasi. Foto: ITB

RM.id  Rakyat Merdeka - Guna mempercepat pemulihan pascabencana, Institut Teknologi Bandung (ITB) menggandeng Paragon Corp menyalurkan bantuan teknologi filter air bersih tahap kedua bagi sekitar 1.200 warga terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu (07/03/26).

Fasilitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile tersebut dipasang di tepi Sungai Tamiang, tepatnya di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru. Teknologi ini dirancang untuk menyedot air sungai yang keruh dan memprosesnya melalui dua tahap filtrasi ketat. Hasilnya, mesin ini mampu memproduksi hingga 7.200 liter air jernih dan layak minum per jam.

Air bersih tersebut kemudian ditampung dalam tangki raksasa sebelum dialirkan ke toren-toren di pemukiman warga Kampung Sukajadi. Keberadaan filter air yang menempuh perjalanan darat selama sepekan dari Bandung ini menjadi oase di tengah krisis air bersih pascabencana.

Baca juga : Kader Tak Perform Bakalan Diganti, Meski Teman Sendiri

Selama bulan puasa, warga setempat rutin antre membawa galon kosong menjelang sore hari untuk memenuhi kebutuhan minum, mencuci, dan sanitasi. Bantuan ini bahkan membawa dampak signifikan bagi kesehatan warga. 

Salah seorang bayi di desa tersebut dilaporkan sembuh dari diare berkepanjangan usai keluarganya mulai mengonsumsi air dari sistem penyaringan ini.

Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Armia Fahmi, menyambut baik bantuan teknologi tersebut dan menyatakan tengah menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan pihak kampus.

Baca juga : Chubb Life Indonesia Dukung Pemulihan Bencana Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah

"Saya berharap dengan dukungan Pemerintah dan banyak pihak, kondisi di sini bisa lebih cepat pulih," ujar Armia.

Program pengadaan air bersih ini merupakan hasil inisiasi Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB bersama tim Kelompok Keahlian Perancangan Teknik dan Produksi Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB yang dipimpin oleh Prof. Bagus Budiwantoro, dengan dukungan pendanaan penuh dari Paragon Corp.

Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Nurlaela Arief, yang hadir mewakili rektorat dalam acara serah terima bersama perwakilan Paragon, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merespons krisis di lapangan.

Baca juga : Dudung Abdurachman Antar Bantuan ke Aceh, dari Starlink hingga Sembako

"Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri dapat menghadirkan solusi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Nurlaela.

Ia berharap inovasi tepat guna semacam ini dapat memicu lebih banyak keterlibatan perusahaan swasta untuk membantu daerah-daerah yang rawan krisis air bersih di masa mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.