Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ini Etika Dan Keutamaan Perempuan Haid Tetap Hadir Ke Lapangan Shalat Idulfitri
Rabu, 18 Maret 2026 11:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Idulfitri merupakan peristiwa besar yang sarat akan berkah dan kegembiraan bagi umat Islam. Perayaan akbar ini sejatinya tidak terbatas hanya bagi mereka yang melaksanakan ibadah salat di lapangan.
Dalam semangat inklusivitas dan kebersamaan, Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa seluruh kaum Muslimin, tanpa terkecuali, sangat dianjurkan untuk turut hadir merayakan momen kemenangan ini.
Bahkan, perempuan yang sedang dalam kondisi haid dan tidak diperkenankan mengerjakan salat pun tetap diperintahkan oleh Nabi SAW untuk datang ke tempat pelaksanaan salat Id.
Baca juga : Posko Konsultasi Keluarga Disiapkan Di Jalur Mudik
Sebagaimana dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.or.id, tujuan utamanya bukan untuk ibadah ritual, melainkan agar semua orang dapat merasakan atmosfer kebaikan, mempererat tali silaturahmi, serta mendengarkan nasihat dan doa dari khatib.
Tuntunan mendalam ini dijelaskan secara rinci dalam hadis yang diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyyah ra:
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِحْدَانَا لاَ يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ قَالَ لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا.
"Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyyah bahwa ia berkata: Rasulullah Saw memerintahkan kami supaya menyuruh mereka keluar pada hari Idulfitri dan Iduladha: yaitu semua gadis remaja, wanita sedang haid, dan wanita pingitan. Adapun wanita-wanita sedang haid supaya tidak memasuki lapangan tempat salat, tetapi menyaksikan kebaikan hari raya itu dan panggilan kaum Muslimin. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana salah seorang kami yang tidak mempunyai baju jilbab? Rasulullah menjawab: Hendaklah temannya meminjaminya baju kurungnya." (HR. al-Jama‘ah, lafal Muslim)
Begitu pentingnya kehadiran seluruh anggota keluarga dan masyarakat dalam majelis ini, sampai-sampai Nabi SAW memberikan solusi yang sangat praktis dan empatik.
Rasulullah menyarankan agar mereka yang tidak memiliki pakaian luar (jilbab) untuk saling meminjamkan kepada saudaranya. Hal ini menunjukkan bahwa keterbatasan materi tidak boleh menjadi penghalang untuk mendapatkan keberkahan komunal di hari raya.
Baca juga : GEKIRA Bagikan Bansos Ramadan, Perkuat Toleransi dan Solidaritas
Dalam riwayat lain dari Imam Ahmad, tujuan esensial dari kehadiran mereka kembali ditekankan secara lugas:
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ اْلأَنْصَارِيَّةِ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا أَنْ نُخْرِجَ الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الْمُصَلَّى وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَالدَّعْوَةَ مَعَ الْمُسْلِمِينَ
"Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyyah al-Anshariyyah bahwa ia berkata: Rasulullah Saw memerintahkan kami supaya menyuruh keluar semua gadis remaja, wanita sedang haid, dan wanita pingitan. Adapun wanita sedang haid supaya tidak memasuki lapangan tempat salat, tetapi menyaksikan kebaikan hari raya itu dan dakwah yang disampaikan khatib bersama kaum Muslimin." (HR. Ahmad)
Dari penjabaran tuntunan di atas, umat Islam dapat memahami sebuah harmoni aturan yang proporsional. Perempuan yang sedang haid memang diwajibkan untuk memisahkan diri dari barisan (shaf) salat dan tidak ikut melakukan gerakan ritualnya.
Namun, keberadaan mereka di sekitar lapangan sangat dianjurkan sebagai bentuk partisipasi sosial dan spiritual yang utuh dalam menyambut Idulfitri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya