Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hormati Musim Haji 2026, Ulama Dan Tokoh Indonesia Minta Perang Dihentikan
Rabu, 15 April 2026 19:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Amody, menggelar acara halalbihalal dan silaturahmi bersama para tokoh nasional, ulama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta pengasuh pesantren. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Dubes, di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Acara dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, yang dalam sambutannya menyoroti situasi geopolitik global, khususnya kegagalan perundingan damai antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel beberapa hari lalu.
Muzani menilai kegagalan tersebut sebagai perkembangan negatif yang berpotensi memperpanjang konflik. Ia pun menyerukan agar gencatan senjata sementara selama dua pekan yang tengah berlangsung dapat ditingkatkan menjadi gencatan senjata permanen.
“Artinya, perang harus benar-benar dihentikan dan tidak lagi berlanjut,” tegas Muzani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas sikap arif dan bijak dalam merespons konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca juga : Apresiasi Mudik 2026, DPR Minta Evaluasi Pelabuhan dan Jalan
Seruan perdamaian tersebut diperkuat para ulama dan tokoh yang hadir, mengingat musim haji 1447 Hijriah akan segera dimulai. Ketua PWNU Jawa Timur, Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan bahwa ibadah haji merupakan momentum sakral bagi umat Islam yang harus dijaga dengan penuh kehormatan.
“Semua negara harus menjadikan Arab Saudi sebagai negara yang aman tanpa gangguan sedikit pun, khususnya yang dapat berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pengasuh Pesantren Tebuireng, Abdul Hakim Mahfudz. Ia berharap konflik segera diakhiri demi kelancaran ibadah haji. “Kita meminta semua pihak yang terlibat perang untuk segera menghentikannya,” tegasnya.
Para ulama, pimpinan ormas Islam, dan pengasuh pesantren juga mengimbau seluruh pihak untuk menghormati proses ibadah haji serta menjaga kedaulatan setiap negara, khususnya Arab Saudi sebagai tuan rumah dua tanah suci.
Mereka menilai perang hanya membawa dampak buruk, mulai dari krisis energi, ekonomi, hingga kemanusiaan.
Baca juga : Prabowo Terbang Ke Moskow, Indonesia Masuk Fase Sangat Aman
Sementara itu, Presiden PKS Almuzammil Yusuf menegaskan bahwa setiap bentuk serangan terhadap Arab Saudi, khususnya ke Makkah dan Madinah, atau tindakan yang mengganggu pelaksanaan ibadah haji, merupakan kejahatan serius terhadap umat Islam.
Ia mendorong Indonesia dan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam untuk memimpin seruan global dalam menjamin keamanan Arab Saudi menjelang pelaksanaan haji.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid turut menyerukan penghentian perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, karena dampaknya dirasakan secara luas oleh masyarakat dunia. Ia juga mengecam keras serangan militer yang menyasar fasilitas sipil.
“Serangan terhadap fasilitas nonmiliter seperti sekolah, rumah sakit, maupun objek vital adalah pelanggaran hukum internasional,” ujarnya.
Para tokoh dan ulama sepakat untuk terus mendukung Arab Saudi dalam melayani Haramain (dua tanah suci), serta berharap negara tersebut dapat berperan lebih aktif dalam upaya penyelamatan Masjid Al-Aqsa dari penguasaan Israel.
Baca juga : Daftar Caketum HIPMI 2026, Anthony Leong Ingin Pengusaha Muda Naik Kelas
Selain itu, mereka juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Arab Saudi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan dua tanah suci selama ini.
Sejumlah tokoh yang turut hadir antara lain Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid, Anggota DPR RI Anwar Sadad, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid, serta sejumlah pimpinan pesantren dan ulama nasional seperti KH Hasan Abdullah Sahal, KH Marsudi Suhud, Buya Yahya, KH Bachtiar Nasir, KH Tata Taufiq, KH Sofwan Manaf, dan lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya