Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hardiknas 2026, PD-PGMI Soroti Krisis Minat Guru, Dorong Reformasi Prodi
Minggu, 3 Mei 2026 12:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pengurus Pusat PD-PGMI Indonesia untuk menyoroti menurunnya minat generasi muda menjadi guru. Lewat seminar nasional yang digelar daring pada 1 Mei 2026, berbagai strategi disiapkan untuk memperkuat program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Ketua Umum PD-PGMI Indonesia Andi Prastowo mengatakan, profesi guru kini kurang diminati generasi Z dan Alpha. Salah satu penyebabnya adalah persepsi kesejahteraan yang rendah serta beban administratif yang tinggi.
“Ini tantangan serius. Perlu langkah strategis untuk mengubah cara pandang terhadap profesi guru,” ujar Andi dalam seminar tersebut.
Ia mendorong rebranding Prodi PGMI sebagai pencetak pemimpin pendidikan masa depan. Menurutnya, lulusan PGMI harus adaptif terhadap teknologi dan memiliki daya saing global.
Baca juga : Uji Calon Doktor Ilmu Kepolisian, Bamsoet Dorong Reformasi Peran Kompolnas
Transformasi itu dilakukan melalui penguatan kurikulum berbasis outcome, integrasi teknologi pendidikan, serta peningkatan literasi digital dan kompetensi global mahasiswa.
“Lulusan PGMI tidak cukup hanya siap mengajar. Mereka harus mampu berinovasi dan menjawab tantangan pendidikan ke depan,” katanya.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Sahiron Samsudin mengapresiasi inisiatif PD-PGMI. Ia menilai forum ini penting untuk memastikan ketersediaan guru berkualitas bagi Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar.
Menurut Sahiron, peningkatan minat menjadi guru harus dibarengi kebijakan yang adil, terutama dalam rekrutmen aparatur sipil negara.
Baca juga : Di Forum Antalya, Presiden Kazakhstan Soroti Konflik Global Dan Reformasi PBB
“Tidak boleh ada diskriminasi terhadap lulusan PGMI. Kami berkomitmen memfasilitasi penerimaan mereka secara luas,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika masih ditemukan ketidakadilan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Sementara itu, Kasubtim Mutu Akademik Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Fatkhu Yasik menekankan pentingnya reformasi akademik di lingkungan PTKI.
Menurut dia, penataan dan penguatan program studi menjadi kunci meningkatkan daya saing lulusan. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari pengembangan nomenklatur baru hingga kerja sama internasional seperti double degree, joint degree, dan fast track.
Baca juga : Jelang Kejurnas 2026, PP ASKI Optimalisasi Persiapan
“Kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau juga membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kualifikasi akademik,” ujarnya.
Ia berharap, berbagai kebijakan tersebut dapat memperkuat citra profesi guru di mata publik. Dengan begitu, minat generasi muda untuk menjadi pendidik bisa kembali meningkat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya