Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Ayah Lionel Messi, Jorge, Meninggal Di Usia 68 Tahun
- Erick Thohir Happy Banyak Klub Dunia Gelar Pramusim di Indonesia
- Persib Datangkan Danijel Loncar, Igor Tolic: Perkuat Lini Pertahanan
- 9 Talenta Persija Dipanggil Seleksi Timnas Indonesia U-16
- Chelsea Bantai AC Milan 3-0 di Indonesia Super Cup 2026
Keluarga, Benteng Utama Jaga Anak dari Ancaman Judol dan Kecanduan Gadget
Jumat, 7 Agustus 2026 14:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan serius, terutama bagi anak dan remaja yang semakin mudah mengakses berbagai jenis informasi dan hiburan melalui gawai.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad menilai, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah maraknya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Fenomena tersebut telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak, guru, hingga orang tua.
“Sekarang ini dunia kita disebut dunia online, dunia digital, tidak lagi dunia fisikal,” ujar Prof. Dadang dalam program Catatan Akhir Pekan TVMu, sebagaimana dimuat di laman muhammadiyah.go.id, Jumat (7/8/2026).
Baca juga : Dubes Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari Sowan Ke Ketum Muhammadiyah
Guru Besar UIN Bandung ini melihat, generasi Z dan generasi Alpha tumbuh dalam lingkungan digital yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Banyak anak saat ini sejak kecil sudah akrab dengan permainan digital dan berbagai layanan instan. Kondisi tersebut turut membentuk pola pikir yang menginginkan segala sesuatu diperoleh secara cepat, termasuk keinginan mendapatkan uang tanpa mempertimbangkan risiko yang menyertainya.
Dalam konteks judol, Prof. Dadang menilai, persoalannya semakin serius karena masyarakat mudah tergoda oleh iming-iming keuntungan cepat. Padahal, sistem perjudian telah dirancang sedemikian rupa oleh bandar yang membuat pemainnya tetap rugi.
“Menang sekali, kalah seribu kali. Makanya nggak ada yang kaya dari judi,” tegasnya.
Baca juga : Muhammadiyah Luncurkan KontenMU, Perkuat Transformasi Pembelajaran Berbasis AI
Ia lalu menyoroti banyaknya masyarakat yang terlibat judol dan terlilit pinjol. Bahkan, ada guru dan siswa ikut terjerat. Prof. Dadang menyebut, ini sebagai sesuatu yang sangat memprihatinkan.
Orang Tua Harus Tegas
Prof. Dadang menekankan pentingnya peran orang tua untuk melindungi anak dari ancaman judol, pinjol, kecanduan gadget, pornografi, serta berbagai konten negatif. Ia menegaskan, orang tua harus memiliki kewibawaan dan sejak awal menetapkan batas yang jelas mengenai kapan anak boleh menggunakan gadget dan kapan harus berhenti.
Ia mengakui, gadget memiliki sisi positif dan negatif. Namun, penggunaan tanpa batas justru dapat membuka pintu bagi anak untuk mengakses berbagai konten yang tidak sesuai dengan perkembangan mereka.
Baca juga : Perpustakaan, Penjaga Informasi Terpercaya di Era AI
Menurut Prof. Dadang, akses tanpa batas terhadap dunia digital dapat memengaruhi pembentukan karakter anak. Pornografi, judol, serta film dan game yang mengandung kekerasan dapat memengaruhi perilaku apabila terus dikonsumsi tanpa pendampingan.
Ia lalu menyoroti durasi penggunaan perangkat digital yang sudah sangat tinggi. Ia menyebut, anak-anak dapat menghabiskan lebih dari delapan jam untuk bermain game dan menggunakan media sosial. Karena itu, pengawasan orang tua menjadi semakin penting agar dunia digital tidak mengambil alih seluruh ruang kehidupan anak.
Prof. Dadang mengingatkan orang tua agar tidak selalu memenuhi setiap permintaan anak terkait perangkat digital. Menurutnya, pendidikan karakter juga berarti kemampuan orang tua mengatakan tidak ketika permintaan anak memang tidak diperlukan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya