Dark/Light Mode

Hadir Di Tengah Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Sampaikan Empati & Permohonan Maaf

Kamis, 20 Agustus 2026 20:17 WIB
Wapres Gibran Rakabuming menyapa warga di tenda pengungsian Stadion Gelora Samador, Maumere, Sikka, NTT, Kamis (20/8/2026). Dok. Setwapres
Wapres Gibran Rakabuming menyapa warga di tenda pengungsian Stadion Gelora Samador, Maumere, Sikka, NTT, Kamis (20/8/2026). Dok. Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming hadir di tengah warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026). Wapres meninjau langsung posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Kehadiran Wapres menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan negara hadir dalam penanganan bencana. Keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak menjadi perhatian utama selama masa tanggap darurat.

Di posko pengungsian, Wapres menyapa dan berdialog langsung dengan warga. Ia menanyakan kondisi para pengungsi sekaligus kebutuhan mendesak yang masih diperlukan.

Wapres juga menyampaikan duka cita kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana. Ia sekaligus meminta maaf apabila penanganan di lapangan masih memiliki kekurangan.

“Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat,” ungkap Wapres.

Baca juga : Cek Pelabuhan & RSUD Sikka, Wapres Minta Fasilitas Terdampak Segera Diperbaiki

Wapres mengatakan telah meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah memastikan bantuan menjangkau seluruh masyarakat terdampak. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, hingga layanan kesehatan harus tersedia dan dapat diakses warga.

Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan lebih, seperti ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, serta anak-anak.

“Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya,” pintanya.

Menurut Wapres, bantuan juga harus menjangkau masyarakat yang berada di wilayah sulit diakses, termasuk permukiman di daerah pegunungan. Pemerintah diminta memastikan tidak ada warga terdampak yang luput dari penanganan.

Wapres menegaskan masyarakat NTT tidak akan menghadapi bencana ini sendirian. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dalam penanganan darurat sekaligus menyiapkan proses pemulihan pascabencana.

“Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan pemulihan pascabencana. Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat,” tegasnya.

Baca juga : Tinjau Dampak Gempa Sikka, Wapres Tekankan Keselamatan Dan Kebutuhan Dasar Warga

Di hadapan para pengungsi, Wapres juga mengingatkan warga untuk sementara tidak kembali ke rumah yang mengalami kerusakan. Imbauan tersebut disampaikan karena potensi gempa susulan masih perlu diwaspadai.

Wapres memastikan pemerintah akan memperbaiki rumah warga, sekolah, serta berbagai fasilitas umum yang terdampak gempa.

“Bapak, Ibu, di sini dulu, ya. Ada gempa susulan. Kita pastikan nanti rumah yang rusak, sekolah-sekolah, tempat-tempat [lainnya], nanti kita perbaiki,” tegas Wapres.

“Di sini dulu sampai semuanya pulih. Kita hari ini kunjungin sekolah, gereja, tadi rumah sakit. Nanti kita perbaiki semuanya,” imbuhnya.

Selain memastikan kebutuhan dasar dan keselamatan warga, Wapres turut memperhatikan kondisi psikologis para pengungsi, terutama anak-anak. Dalam kunjungan tersebut, sejumlah mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia (UI) turut hadir memberikan pendampingan psikososial melalui kegiatan trauma healing.

Para mahasiswa mengajak anak-anak bernyanyi dan bermain tebak-tebakan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak di tengah situasi pascabencana.

Baca juga : Jurus KDM Bantu Korban Gempa NTT: Galang Dana Rp 4 M, Kerahkan 20 Personel BPBD

Wapres kemudian mendoakan seluruh masyarakat NTT yang terdampak gempa, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga, mengalami kerusakan tempat tinggal, dan masih menghadapi kondisi sulit.

“Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Pemerintah memastikan penanganan bencana di NTT terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan kelompok rentan, serta percepatan pemulihan berbagai fasilitas yang terdampak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.