Dark/Light Mode

Update Gempa M7,7 NTT: Total Korban Jiwa 83, Pengungsi 110.875

Jumat, 21 Agustus 2026 18:56 WIB
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Jumat (21/8/2026). (Foto: YouTube BNPB)
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Jumat (21/8/2026). (Foto: YouTube BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan penanganan gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari ketujuh pascabencana. Hingga Jumat (21/8/2026), jumlah korban meninggal dunia mencapai 83 orang, bertambah delapan jiwa dibandingkan data sehari sebelumnya yang tercatat 75 orang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengungkap, tambahan 8 korban jiwa itu merupakan dampak tak langsung dari gempa, yang masing-masing terdata di Kabupaten Manggarai (2), Kabupaten Manggarai Timur (2), Kabupaten Nagekeo (3), dan Kabupaten Ngada (1).

Baca juga : Peruri Salurkan Bantuan Gempa NTT Dukung Penanganan Dampak Bencana

Sementara total korban luka saat ini berjumlah 986 jiwa, bertambah 79 jiwa dari angka 907 yang dilaporkan pada Kamis (20/8/2026).

"Untuk pengungsi, hari ini bertambah menjadi 110.785 jiwa atau bertambah 18.050 jiwa dari angka 92.735 kemarin," jelas Berton dalam konferensi pers, Jumat (21/8/2026).

Baca juga : ASDP Kembali Kerahkan KMP Ile Ape Kirimkan Bantuan Untuk Pemulihan NTT

Dalam kesempatan tersebut, Berton juga memaparkan data rumah rusak, yang totalnya telah mencapai 44.946 unit. Dengan rincian rusak berat 17.176 unit, rusak sedang 9.758 unit, rusak ringan 18.013 unit.

"Di Manggarai Barat ada 3.050 unit rusak berat, di Manggarai ada 3.146 unit, di Manggarai Timur 5.962 unit. Ini adalah tiga terbesar dampak rumah rusak berat akibat gempa," tutur Berton.

Baca juga : Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana: Saatnya Bersolidaritas Untuk Korban Gempa NTT

Menurutnya, posko di setiap kabupaten akan terus memutakhirkan data kerusakan dengan kategori tingkat kerusakannya berdasarkan by name by address.

"Rumah rusak berdasarkan tingkat kerusakannya akan tetap ditetapkan berdasarkan by name, by address atau berdasarkan nama dan alamat para warga yang terdampak akibat bencana," ujar Berton.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.