Dark/Light Mode

Cek Korban Gempa NTT: Wapres Gendong Bayi, Janji Bantu Biaya Kuliah

Sabtu, 22 Agustus 2026 08:18 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka menggendong bayi yang baru lahir di rumah sakit lapangan RSUD TC Hillers, NTT, Kamis (20/8/2026). (Foto: Setwapres)
Wapres Gibran Rakabuming Raka menggendong bayi yang baru lahir di rumah sakit lapangan RSUD TC Hillers, NTT, Kamis (20/8/2026). (Foto: Setwapres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di hari kedua kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026), Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming kembali keliling mengecek korban gempa. Salah satunya, Gibran menyambangi Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Karena lokasi cukup sulit dijangkau, Gibran berangkat dengan dibonceng personel Paspampres menggunakan sepeda motor trail. 

Dari atas motor, Gibran memantau rumah warga yang hancur. Putra sulung Presiden ke-7 RI Jokowi ini sempat berjalan kaki menyusuri jalan-jalan desa, melihat bangunan masjid yang roboh total, menyisakan kubah yang masih utuh.

Setibanya di lokasi, Gibran disambut haru warga yang berebut bersalaman. Gibran lalu berdialog menanyakan kondisi warga dan kebutuhan yang masih diperlukan. Salah satunya, Aisyah. Dia curhat tentang beragam kebutuhan warga, termasuk pembangunan kembali rumah yang hancur. Gibran memastikan, kebutuhan dasar warga di pengungsian segera ditindaklanjuti.

"Ibu sudah didata?" tanya Gibran, mengenai rumah Aisyah. "Sudah," jawab Aisyah.

Baca juga : Terima Kepala BGN, Luhut Minta MBG Fokus Wilayah 3T

Gibran berjanji akan membantu kesulitan para korban gempa, dari mulai rumah yang rusak sampai pendidikan anak-anak pengungsi. "Ibu anaknya kuliah? Di Kupang? Nanti kami bantu," janji Gibran.

Ia lalu berbincang dengan Staf Desa Satar Kampas, Muhammad Asgar. Kepada Asgar, Gibran meminta mendata kebutuhan dan hal-hal yang diperlukan para pengungsi. “Data warga yang punya utang di bank, yang kuliah, yang PNM. Didata semua," ucap Asgar. 

Gibran lalu menuju ke Posko Pengungsi Golo Cenggo, Kecamatan Reok. Di sana, Gibran mengapresiasi kepedulian dan keterlibatan mahasiswa serta anak muda yang membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana 

Di lokasi, ada enam mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), yang diajak Gibran ke NTT, memberikan bantuan psikologis awal bagi anak-anak terdampak bencana. Mereka akan berada di lokasi selama satu pekan untuk mendampingi anak-anak melalui pendekatan yang ramah anak, antara lain dengan bermain, bercerita, bernyanyi, dan permainan kelompok sederhana. 

"Semoga keilmuan yang telah teman-teman dapatkan di kampus, bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT," ucap Gibran.

Baca juga : Pemerintah Gaspol Jinakkan Karhutla

Setelahnya, Gibran singgah di Puskesmas Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Ia ingin memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat terdampak terus mendapat perhatian.

Mantan Wali Kota Solo ini memberikan arahan kepada jajaran mempercepat pemulihan berbagai layanan dasar. Gibran juga meminta rumah sakit darurat segera disiapkan, percepatan perbaikan irigasi, rumah ibadah, dan fasilitas pendidikan. 

Siangnya, Gibran menunaikan Salat Jumat bersama warga terdampak gempa di Masjid Nurul Huda, Desa Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Di masjid yang rusak parah ini, Gibran bersama masyarakat memanjatkan doa bagi keselamatan warga, serta kelancaran penanganan dan pemulihan pascabencana di NTT.

Usai Jumatan, Gibran menyapa dan berdialog dengan warga sekitar masjid dan meninjau rumah-rumah penduduk yang rusak. 

Sebelumnya, Kamis (20/8/2026), Gibran mengunjungi RSUD TC Hillers yang rusak terdampak gempa bumi di Maumere. Pelayanan di sana kini dilakukan di tenda yang berfungsi sebagai rumah sakit lapangan.

Baca juga : Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Dicokok KPK

Gibran mengecek langsung kondisi para pasien yang dirawat di rumah sakit lapangan tersebut. Gibran juga sempat menggendong seorang bayi perempuan yang baru lahir di rumah sakit itu dan mengobrol dengan ibu bayi tersebut yang masih terbaring di ranjang.

"Kapan (lahiran)?" tanya Gibran. "Tadi pagi," jawab ibu tersebut.

"Anak ke (berapa)?" tanya Gibran lagi. "Dua," jawab ibu itu.

Di momen tersebut, Gibran sempat diminta memberikan nama untuk bayi perempuan yang dibedongnya. Namun, Gibran menyarankan agar orang tua bayi tersebut yang memberi nama sendiri.

Gibran memastikan, penanganan pascagempa akan terus ditingkatkan agar pasien dapat kembali dirawat dalam ruangan. Ia juga memastikan, rumah warga yang rusak akan diperbaiki.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.