Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia dan 7 Negara Kompak Tekan Israel, Dorong Sanksi Atas Permukiman E1
- Andalkan Sayap Macarena, McLaren Incar Hattrick Di Sirkuit Zandvoort
- Hanura Bidik Generasi Muda, Angkat Isu Lapangan Kerja
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Lima Hari Pascagempa Flores
PMI Layani Ratusan Warga Dan Beri Bantuan Logistik
Sabtu, 22 Agustus 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Palang Merah Indonesia (PMI) terus membantu masyarakat terdampak gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Hingga 20 Agustus 2026 atau lima hari pascagempa, PMI telah melayani ratusan warga, mendirikan puluhan tenda, serta menyalurkan 60.000 liter air bersih dan berbagai bantuan logistik di sejumlah wilayah terdampak di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dan berdampak pada sejumlah wilayah di NTT. Wilayah terdampak meliputi Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, Nagekeo dan Ngada.
Hingga 20 Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 3.394 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2.
Menghadapi kondisi tersebut, PMI telah mengerahkan 68 personel, tujuh kendaraan operasional, tujuh ambulans, dan satu mobil tangki air. Tim PMI melakukan pendataan kondisi warga, evakuasi, pelayanan kesehatan, pertolongan pertama, serta membantu pengelolaan pengungsian.
Dua tim kesehatan keliling atau mobile clinic juga telah dikirim ke lokasi terdampak. Tim tersebut terdiri dari dua dokter dan lima perawat yang berasal dari markas PMI pusat, Rumah Sakit PMI Bogor dan PMI DKI Jakarta.
Hingga 20 Agustus 2026, sebanyak 157 orang telah mendapatkan pelayanan kesehatan keliling dan pertolongan pertama. Sementara, 147 orang menerima layanan dukungan psikososial.
Baca juga : Kapolri Minta Personel Jaga Pengabdian Dan Integritas
Untuk memenuhi kebutuhan tempat berlindung, PMI telah mendirikan 40 unit tenda yang terdiri dari tenda darurat, tenda keluarga dan tenda rumah sakit darurat.
Bantuan kebutuhan dasar juga terus disalurkan. PMI telah mendistribusikan 60.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak. Selain itu, PMI menyalurkan makanan, air mineral, beras, selimut, terpal, tikar, kelambu, hygiene kit dan baby kit.
Kirim Ribuan Bantuan
Untuk memperkuat bantuan di lapangan, PMI pusat mengirimkan berbagai kebutuhan darurat hingga 20 Agustus 2026. Bantuan tersebut terdiri dari 875 hygiene kit, 405 matras, 2.210 terpal, 250 baby kit, 1.000 sarung, 1.500 jeriken lipat, 500 kelambu, 1.000 selimut, 200 kitchen kit, serta 18 tenda berukuran 6 x 12 meter.
PMI juga mengirimkan berbagai peralatan pendukung operasi. Di antaranya 240 helm, 249 palu, 276 sarung tangan, 35 sekop, 500 radio, 500 senter, 1.000 baterai, 1.000 lampu tenaga surya, serta 300 rompi PMI.
Dukungan kendaraan juga ditambah dengan satu kendaraan 4x4 dari Jakarta dan 10 kendaraan bak terbuka yang dikirim dari Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, NTB dan Kupang, serta NTT.
Baca juga : Segera, Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional!
PMI pusat turut mengirimkan dana awal operasional sebesar Rp146,69 juta kepada PMI provinsi NTT. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan bantuan bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, PMI akan terus memprioritaskan kebutuhan paling mendesak masyarakat.
“Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan respons sangat penting. PMI terus mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan, perlindungan, air bersih dan kebutuhan dasar lainnya,” ujar JK dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
PMI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Di lapangan, PMI masih menghadapi sejumlah kendala untuk menjangkau warga terdampak. Jalan dan jaringan komunikasi yang terputus menjadi salah satu hambatan dalam menyalurkan bantuan.
Gempa susulan yang masih terjadi juga membuat proses pencarian, pelayanan kesehatan, pengelolaan pengungsian, dan distribusi bantuan harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.
Baca juga : Ke Ajang Musda Demokrat Jawa Timur, Emil Dardak Boyong Dukungan Bulat DPC
Karena itu, PMI memprioritaskan pencarian, pertolongan dan evakuasi, pelayanan kesehatan dan pertolongan pertama, penyediaan tenda pengungsian serta tenda pelayanan kesehatan.
PMI juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar seperti selimut, matras, tikar dan terpal.
Sementara, kebutuhan yang masih diperlukan masyarakat meliputi hygiene kit, baby kit, sembako, makanan siap saji, peralatan dapur, obat-obatan, trauma kit, air bersih, tandon air dan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) darurat.
Untuk mendukung operasi di lapangan, PMI juga membutuhkan genset, alat komunikasi, penerangan darurat, alat berat untuk membuka akses, serta kendaraan pendukung layanan, khususnya kendaraan 4x4.
PMI memastikan bantuan akan terus diberikan dengan memprioritaskan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak. Terutama di wilayah yang masih sulit dijangkau akibat kerusakan akses dan gempa susulan. BCG
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Sabtu, 22 Agustus 2026 dengan judul "Lima Hari Pascagempa Flores PMI Layani Ratusan Warga Dan Beri Bantuan Logistik"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya