Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
- Gempa Susulan Flores Nyaris 10.000, BNPB: Aktivitas Mulai Menurun
- MU Hajar Ipswich, Chelsea Menang Dramatis
- Inter Menang Tipis, Como Permalukan Napoli
- Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (1): KH Nurul Huda Djazuli, Sang Pengampu Ngaji
Minggu, 30 Agustus 2026 20:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, akhirnya tuntas menghitung seluruh suara pada Ahad (30/8/2026). Dari enam bilik tabulasi yang disediakan, sembilan kiai sepuh resmi terpilih sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).
Untuk diketahui, Ahwa adalah sekelompok ulama atau tokoh yang diberi mandat untuk mengambil keputusan penting, termasuk memilih pemimpin umat atau organisasi. Merekalah dewan formatur istimewa yang memegang mandat penuh untuk bermusyawarah menentukan siapa sosok Rais Aam, yang nantinya akan memberikan restu bagi calon Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.
Dari sembilan nama besar yang diamanati muktamirin, ada satu sosok yang memuncaki perolehan suara terbanyak dengan 485 suara atau sekitar 10,3 persen. Beliau adalah kiai kharismatik asal Kediri, KH Nurul Huda Djazuli.
Baca juga : Besok Pagi, Presiden Prabowo Dijadwalkan Tutup Muktamar Ke-35 NU
KH Nurul Huda Djazuli, atau yang di kalangan santri lebih karib disapa Mbah Yai Da, bukanlah sosok asing di akar rumput Nahdlatul Ulama. Ia merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri. Darah ulama besar mengalir deras di nadinya. Ia lahir dari pasangan pendiri (muassis) Pesantren Al-Falah, KH Ahmad Djazuli Utsman dan Nyai Hj Rodliyah Djazuli.
Dalam catatan resmi silsilah keluarga, Mbah Yai Da merupakan putra kedua yang hidup hingga usia dewasa, tepat di bawah kakaknya, KH A Zainuddin Djazuli. Ia juga merupakan saudara kandung dari deretan ulama besar lainnya, termasuk sosok waliyullah KH Hamim Djazuli alias Gus Miek.
Sepeninggal ayahandanya, tongkat estafet kepemimpinan dan pengelolaan Pesantren Al-Falah Ploso diembannya bersama saudara-saudaranya. Ada satu ciri khas yang sangat lekat dengan kiai sepuh ini di mata para santri dan muhibbin. Mbah Yai Da dikenal luas sebagai penjaga gawang tradisi *thariqoh ta’lim wa ta’allum*, yakni jalan spiritual yang berpusat murni pada laku belajar dan mengajar. Prinsip ini dipegang teguh sebagai warisan tak ternilai dari sang ayah. Kiai Djazuli Utsman dulunya memang tidak mengamalkan wiridan-wiridan tertentu, melainkan menjadikan pengabdian mengajar santri sebagai thariqoh dan wirid utamanya.
Baca juga : 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
Jalan spiritual itulah yang hingga kini dihidupkan oleh Mbah Yai Da. Dedikasi tanpa batas tersebut ditunjukkannya lewat keistiqamahan mendampingi ribuan santri Ploso. Di usia senjanya, beliau tak pernah lelah mengampu pengajian kitab-kitab kuning klasik. Salah satu rutinitas keilmuannya yang selalu dinanti adalah ngaji kitab Al-Hikam yang digelar setiap Wethonan.
Kehadirannya di tengah-tengah santri memberikan energi magis sekaligus keteladanan nyata tentang arti sebuah komitmen pada literatur keislaman klasik.
Kiprahnya tak hanya mengakar di bilik-bilik asrama pesantren. Di kancah kebangsaan dan struktural NU, Mbah Yai Da menduduki posisi amat terhormat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sosoknya yang sejuk, mengayomi, dan sarat akan kebijaksanaan membuatnya selalu dirujuk dalam berbagai persoalan keumatan. Tidak heran jika pada Muktamar ke-34 di Lampung sebelumnya, beliau juga dipercaya masuk dalam jajaran Ahwa.
Baca juga : Gus Kikin: Siapa Pun Ketum PBNU, Nahdliyin Harus Tetap Rukun
Kini, di Muktamar ke-35 Jombang, besarnya muruah dan kepercayaan nahdliyin kembali dibuktikan lewat amanah suara mutlak yang mengantarkannya memimpin majelis Ahwa untuk menentukan nakhoda baru perahu besar Nahdlatul Ulama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya