Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Atletico Madrid Tekuk Sevilla 3-1, Baena Borong 2 Gol
- Ini 23 Pemain Timnas U-20 Buat Kualifikasi Piala Asia 2027
- Hasil Liga Inggris: Suprs dan Liverpool Gagal Menang, Everton Imbang
- Juventus Atasi Parma, Bianconeri Tempel Napoli di Puncak Klasemen
- Ini Jurus Kementerian UMKM lahirkan 10 juta Wirausaha Baru
Gus Rozin Apresiasi Muktamirin, Hormati Pemilihan Ketum PBNU melalui AHWA
Minggu, 30 Agustus 2026 10:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin mengajak seluruh muktamirin menerima dan menghormati keputusan Muktamar ke-35 NU terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Menurut Gus Rozin, keputusan tersebut merupakan bagian dari dinamika dan tradisi musyawarah yang selama ini hidup dalam Nahdlatul Ulama.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menerima hasil keputusan Muktamar dengan sikap dewasa dan penuh tanggung jawab.
Peserta Muktamar ke-35 NU pada Sabtu malam hingga dini hari, 29 Agustus 2026, menyetujui perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dari sistem "one man one vote" atau satu orang satu suara menjadi mekanisme AHWA.
Keputusan itu diambil melalui pemungutan suara setelah pembahasan mengenai mekanisme pemilihan dalam Komisi Organisasi belum menemukan titik temu.
“Ini merupakan keputusan Muktamar yang harus kita hormati bersama. Saya menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada seluruh muktamirin yang telah menjalankan proses ini dengan penuh tanggung jawab,” ujar Gus Rozin di Jombang.
Baca juga : 401 Suara Setuju, Muktamar NU Ketok Palu Pemilihan Ketum Lewat AHWA
Ia menilai, perubahan mekanisme pemilihan tidak semestinya hanya dilihat dari aspek teknis, tetapi juga dari proses musyawarah yang melahirkan keputusan tersebut.
Menurut Gus Rozin, demokrasi dalam tradisi NU tidak hanya dimaknai melalui pemilihan langsung, tetapi juga melalui musyawarah, mufakat, serta penghormatan terhadap keputusan forum tertinggi organisasi.
“Bagi saya, yang paling penting adalah bagaimana keputusan ini kita terima bersama dan kemudian kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Gus Rozin menilai mekanisme yang telah disepakati tetap memberikan ruang kepada peserta Muktamar untuk terlibat dalam proses penjaringan calon Ketua Umum PBNU.
Dalam mekanisme tersebut, peserta Muktamar akan melakukan pemungutan suara untuk memilih sebanyak-banyaknya lima calon Ketua Umum yang memenuhi persyaratan.
Lima nama dengan perolehan suara terbanyak kemudian ditetapkan sebagai calon Ketua Umum untuk selanjutnya dipilih melalui mekanisme AHWA.
Baca juga : Diungkapkan Wakil Ketua MUI, Muktamar NU Harus Perkuat Ukhuwah NU-Muhammadiyah
“Cabang dan wilayah tetap memiliki kewenangan untuk ikut menentukan lima nama calon. Jadi, menurut saya, ini bukan mencederai nilai-nilai demokrasi. Ada mekanisme representasi dan musyawarah yang tetap berjalan,” ujar Gus Rozin.
Ia menegaskan, mekanisme tersebut merupakan pilihan yang telah diambil melalui proses Muktamar sehingga perlu diterima oleh seluruh pihak dengan sikap dewasa.
Gus Rozin juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama tidak lagi mempertajam perbedaan mengenai mekanisme pemilihan setelah keputusan Muktamar ditetapkan.
Menurutnya, energi Muktamar sebaiknya diarahkan untuk memastikan seluruh rangkaian proses berjalan tertib dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa NU menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Ia menilai, perbedaan pilihan dan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi sebesar NU. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh merusak hubungan persaudaraan antarnahdliyin.
“Muktamar bukan sekadar forum untuk menentukan siapa yang akan menjadi Ketua Umum PBNU, tetapi juga momentum silaturahmi dan konsolidasi seluruh elemen NU untuk meneguhkan kembali arah perjuangan organisasi,” jelasnya.
Baca juga : Warga NU Gelar Mubes, Terbitkan ”Rekomendasi Seblak" untuk PBNU
Karena itu, Gus Rozin meminta seluruh proses kontestasi kepemimpinan tetap diletakkan dalam kerangka khidmah, ukhuwah nahdliyah, persatuan, dan kemaslahatan umat.
“Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah, yang harus kita kedepankan adalah kebesaran NU, kepentingan jamaah dan jamiyyah, dan kemaslahatan umat. Kita harus tetap bersama-sama menjaga persatuan dan ukhuwah nahdliyah,” ujar Gus Rozin.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh muktamirin. Setelah keputusan diambil, kita semua harus bisa menjaga NU bersama-sama,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya