Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
- Gempa Susulan Flores Nyaris 10.000, BNPB: Aktivitas Mulai Menurun
- MU Hajar Ipswich, Chelsea Menang Dramatis
- Inter Menang Tipis, Como Permalukan Napoli
- Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (2): Waled NU, Pengayom Yatim Dan Santri Aceh
Minggu, 30 Agustus 2026 21:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gegap gempita Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, kembali membuktikan kebhinekaan di akar rumput nahdliyin. Setelah posisi puncak raihan suara anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) diisi oleh kiai sepuh asal Jawa Timur, posisi kedua rupanya ditempati oleh ulama kharismatik dari ujung barat Indonesia. Dengan mengantongi 477 suara atau sekitar 10,1 persen, Teungku KH Nuruzzahri Yahya didaulat oleh muktamirin untuk duduk di majelis istimewa tersebut.
Sederhananya, Ahwa adalah dewan musyawarah yang isinya kiai-kiai sepuh, bertugas khusus untuk memilih pemimpin tertinggi (Rais Aam) NU demi menghindari persaingan politik terbuka yang rawan gesekan. Masuknya nama Teungku Nuruzzahri Yahya ke dalam sistem perwakilan kiai sepuh ini tidaklah mengejutkan, mengingat rekam jejaknya yang panjang.
Ulama yang akrab disapa Waled NU ini merupakan tokoh sentral dari Mideun Jok, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang lahir pada tahun 1951 dari pasangan Tgk H Yahya dan Sa’diyah.
Waled NU tumbuh di lingkungan keluarga yang unik; memadukan kedisiplinan ketat dengan kemerdekaan berpikir.
Baca juga : Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (1): KH Nurul Huda Djazuli, Sang Pengampu Ngaji
Sejak kecil, sang ayah membebaskan anak-anaknya untuk memilih jalan hidup masing-masing. Namun, ada satu syarat mutlak yang tak bisa ditawar: mereka harus menguasai dasar-dasar ilmu agama di bawah bimbingan keluarga terlebih dahulu.
Setelah fondasi itu kuat, barulah pengembaraan intelektual Waled NU dimulai dengan memadukan pendidikan formal di Sekolah Rakyat 3 Samalanga dan ngaji keagamaan di Ma’had Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) di bawah asuhan Tgk H Abdul Aziz Shaleh.
Menariknya, Waled NU memiliki ikatan emosional dan historis yang kuat dengan Jombang, tempat Muktamar ke-35 ini digelar. Pada tahun 1974, ia pernah merantau ke kota santri ini untuk menempuh pendidikan di Fakultas Syariah Institut Keislaman Hasyim Asy’ari. Meski pendidikan formal tersebut tidak diselesaikannya, gairah keilmuannya justru tersalurkan lewat pendalaman agama di Pondok Pesantren Darul Hadits Jombang, yang saat itu diasuh oleh Dr Abdullah bin Faqih.
Baca juga : Besok Pagi, Presiden Prabowo Dijadwalkan Tutup Muktamar Ke-35 NU
Sepulangnya ke Serambi Mekkah, dedikasi Waled NU di dunia pendidikan Islam semakin menyala. Pada tahun 1990, ia mendirikan Dayah Ummul Ayman, sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang menjadi peneduh bagi anak-anak yatim. Pemilihan nama Ummul Ayman pun memiliki makna filosofis yang dalam, diambil dari nama pengasuh Nabi Muhammad ﷺ setelah ibunda Aminah wafat.
Di saat yang sama, karier keorganisasiannya melesat; mulai dari Rais Syuriyah PWNU Aceh pada 1970, Ketua Tanfidziyah Wilayah NAD (1995), hingga anggota Dewan Paripurna Ulama NAD pada tahun 2006.
Di balik sosoknya yang santun, Waled NU menyimpan visi kebangsaan yang tajam, terutama mengenai masa depan kaum sarungan. Ia selalu menekankan bahwa kapasitas santri harus diasah secara optimal agar siap tempur berkiprah di ruang publik.
Baca juga : 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
Baginya, santri tidak boleh hanya berdiam diri di bilik-bilik pesantren, melainkan harus turun gunung agar aspirasi dan nilai-nilai luhur kepesantrenan tidak terpinggirkan oleh dominasi kekuatan politik dari luar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya