Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
- Gempa Susulan Flores Nyaris 10.000, BNPB: Aktivitas Mulai Menurun
- MU Hajar Ipswich, Chelsea Menang Dramatis
- Inter Menang Tipis, Como Permalukan Napoli
- Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
Gempa Susulan Berkurang, Status Darurat Bencana NTT Diperpanjang
Senin, 31 Agustus 2026 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Aktivitas gempa susulan yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai berkurang. Namun, untuk memastikan penanganan dan pemulihan optimal, pemerintah memperpanjang status tanggap darurat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, perkembangan aktivitas kegempaan di Flores terus dipantau berdasarkan laporan dan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan data BMKG, sejak gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, tercatat ribuan gempa susulan. Namun, intensitasnya menunjukkan tren penurunan dari hari ke hari.
Penurunan aktivitas gempa tidak serta-merta membuat penanganan bencana dihentikan. Pemerintah Provinsi NTT justru memperpanjang status tanggap darurat untuk memastikan distribusi bantuan, penanganan pengungsi, hingga proses pemulihan tetap berjalan.
Baca juga : Jokowi Peringati Maulid Nabi Di Kebumen, Gunakan Kekuasaan Dengan Bijaksana
BNPB mengungkapkan, Gubernur NTT Emmanuel Melkiades Laka Lena telah memperpanjang status tanggap darurat penanganan gempa bumi selama 14 hari.
“Saat ini kita sudah mendapatkan perpanjangan selama 14 hari ke depan hingga status tanggap darurat diperpanjang sampai 12 September 2026,” ujar Berton dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Berton, perpanjangan status tanggap darurat diperlukan untuk memastikan distribusi logistik dan bantuan lainnya berjalan lancar. Status tersebut juga memudahkan proses administrasi dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Hingga Sabtu (29/8/2026), BNPB mencatat 111 orang meninggal dunia akibat gempa bumi di NTT. Sementara itu, jumlah pengungsi justru mengalami kenaikan berdasarkan pembaruan data.
Baca juga : Kasus Bauksit Di Kalbar, Kejagung Sita Aset PT QSS Rp 338,3 M
Berton menjelaskan, peningkatan tersebut bukan semata-mata karena bertambahnya warga yang mengungsi. Kenaikan terjadi setelah dilakukan validasi dan pembaruan data di daerah.
Salah satunya di Kabupaten Ngada. Jumlah pengungsi yang sebelumnya tercatat 3.259 orang, setelah dilakukan validasi meningkat menjadi 21.552 orang.
“Selama ini data-data yang hadir kepada kami kurang update, kurang valid, sehingga dilakukan validasi,” jelas Berton.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani sebelumnya juga menyatakan aktivitas gempa susulan di Flores mulai menurun dalam beberapa hari terakhir. Faisal menyampaikan perkembangan tersebut saat memberikan penjelasan kepada Presiden Prabowo Subianto di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026).
Baca juga : Daniel Johan: Korban Banyak, Udara Pada Tahap Berbahaya
BMKG, kata dia, terus berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), gubernur, dan para bupati untuk memantau perkembangan aktivitas kegempaan di Flores.
Menurut Faisal, gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 telah melepaskan energi yang terakumulasi selama puluhan tahun. Karena itu, pelepasan energi melalui gempa-gempa susulan secara bertahap merupakan proses yang normal.
“Jadi perlu waktu yang cukup panjang, sehingga pelepasan yang sedikit demi sedikit ini sebenarnya baik untuk merilis atau melepaskan energi tersebut,” ungkapnya.
Hingga hari ke-12 setelah gempa utama, BMKG mencatat 7.492 aktivitas gempa susulan. Dalam tiga hari terakhir, terlihat tren penurunan intensitas gempa. [BYU/FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya