Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
- Gempa Susulan Flores Nyaris 10.000, BNPB: Aktivitas Mulai Menurun
- MU Hajar Ipswich, Chelsea Menang Dramatis
- Inter Menang Tipis, Como Permalukan Napoli
- Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
Kirim 1.000 Ton Beras Premium Ke Malaysia
Bulog Bidik Peluang Ekspor Senilai Rp 3,3 T
Senin, 31 Agustus 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Beras premium Indonesia resmi merambah pasar Malaysia. Sebagai langkah awal, Perum Bulog mengirimkan 1.000 ton beras premier ke negara tetangga tersebut. Bulog juga membidik peluang untuk mendongkrak volume ekspor hingga 200.000 ton per tahun atau senilai Rp 3,39 triliun.
Perum Bulog telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Padi dan Beras Borneo Sdn. Bhd, perusahaan asal Malaysia, terkait rencana ekspor beras premium komersial ke Malaysia, Jumat malam (14/8/2026).
Penandatanganan tersebut disaksikan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Pengamat pertanian Khudori menilai, ekspor beras sebagai perkembangan positif bagi Indonesia.
Baca juga : Dari Jalan Santai Menuju Senayan, Hanura Kalsel Panaskan Mesin
Menurutnya, produksi dan cadangan yang mencukupi memberikan ruang bagi Indonesia untuk memperluas pasar, sekaligus menunjukkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Namun momentum ekspor perlu dimanfaatkan secara hati-hati. Selain memastikan kepentingan konsumen domestik tetap terjaga, Pemerintah perlu mempertimbangkan aspek harga agar ekspor tidak justru menimbulkan kerugian,” ujar Khudori kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Khudori mengingatkan, Indonesia harus menghadapi persaingan dengan Thailand, Vietnam dan India yang selama ini menjadi produsen utama sekaligus pemasok beras di pasar ekspor dengan harga lebih kompetitif.
“Keberhasilan ekspor sangat bergantung pada kemampuan Pemerintah menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan dalam negeri, harga yang kompetitif dan perluasan pasar ekspor,” ucapnya.
Baca juga : Pemerintah Siap Cetak Arsitek Semikonduktor
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kerja sama dengan Padi dan Beras Borneo Sdn. Bhd. menjadi momentum memperkuat bisnis komersial sekaligus memperluas pasar beras premium Indonesia.
Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,2 juta ton. Menurut Rizal, kekuatan stok tersebut menunjukkan kondisi perberasan nasional semakin kuat sehingga kebutuhan pangan masyarakat tetap dapat dijaga.
“Hal ini menunjukkan, Bulog memiliki fondasi yang kuat dalam menjalankan mandat ketahanan pangan,” ujar Rizal dalam siaran resminya, Sabtu (15/8/2026).
Pada tahap awal kerja sama, pengiriman beras premium komersial ke Malaysia direncanakan sebanyak 1.000 ton. Volume perdagangan selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kesiapan kedua belah pihak, dengan potensi mencapai 200.000 ton per tahun untuk Sarawak, Malaysia.
Baca juga : Daya Beli Warga Lagi Turun Tarif Parkir Jangan Dikerek
“Jika seluruh potensi tersebut terealisasi, nilai ekspor diperkirakan mencapai sekitar Rp 3,39 triliun,” kata Rizal.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya