Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
- Gempa Susulan Flores Nyaris 10.000, BNPB: Aktivitas Mulai Menurun
- MU Hajar Ipswich, Chelsea Menang Dramatis
- Inter Menang Tipis, Como Permalukan Napoli
- Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
KH Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
Senin, 31 Agustus 2026 04:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Majelis Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) atau dewan kiai sepuh penentu pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) secara mufakat menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmah 2026–2031.
Musyawarah tertutup itu berlangsung selama satu jam, mulai pukul 21.00 hingga 22.00 WIB, di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026).
Penetapan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam NU dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani seluruh sembilan anggota AHWA: KH Nurul Huda Jazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu), KH Baharuddin HS, KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Abun Bunyamin, KH Anwar Manshur, dan Prof KH Said Aqil Siroj.
Baca juga : Resmi Demisioner, Kiai Miftah Harap PBNU Periode 2021-2026 Husnul Khatimah
“Setelah melakukan musyawarah tertutup, anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan bahwa nama Kiai Haji Miftachul Akhyar dipilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar masa khidmah 2026–2031,” ujar KH Anwar Iskandar saat membacakan Berita Acara Rapat AHWA, seperti dilansir NU Online.
Kiai Anwar mengatakan, musyawarah mufakat berlangsung khidmat, lancar, dan efektif dengan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an serta asas Pancasila.
Rais Aam terpilih juga mendapat amanat untuk mengayomi dan merangkul seluruh potensi yang ada di NU agar dapat bergotong royong membangun organisasi.
Baca juga : Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
“Ada catatan yang merupakan pesan dari para Ahlul Halli wal Aqdi semuanya, bahwa kepada Rais Aam terpilih diamanatkan untuk mengajak potensi-potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama dalam bentuk apa pun, untuk ke depan bersama-sama merawat dan mengurus Nahdlatul Ulama secara bersama-sama,” papar Kiai Anwar.
Penetapan Rais Aam merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU. Setelah pengumuman tersebut, tahapan persidangan dilanjutkan dengan agenda persetujuan Rais Aam terpilih dan AHWA sebagai bagian dari proses pemilihan Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026–2031.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya