Dark/Light Mode

Info BMKG: Gempa Susulan Flores Tembus 10.442 Kali, Berlangsung Hingga 1 Bulan

Senin, 31 Agustus 2026 17:59 WIB
Ilustrasi. Foto: BMKG
Ilustrasi. Foto: BMKG

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 10.442 kali gempa bumi susulan pasca gempa utama Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkekuatan magnitudo (M)7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Angka tersebut merupakan akumulasi hingga 31 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB.

Dari jumlah itu, gempa susulan dengan magnitudo terbesar tercatat M6,2 dan terkecil M1,0. Sebanyak 36 kali gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5, serta 161 kali di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto menjelaskan bahwa berdasarkan grafik peluruhan, aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan pola penurunan.

Baca juga : Gempa Susulan Berkurang, Status Darurat Bencana NTT Diperpanjang

"Dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu," ujar Wijayanto dalam keterangan resminya, Senin (31/8/2026).

Sebelumnya, pada hari yang sama pukul 15.03 WIB, wilayah Flores kembali diguncang gempa bumi tektonik dengan parameter update magnitudo M5,4 pada kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa terletak di koordinat 8,21° Lintang Selatan ; 120,57° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut 46 kilometer timur laut Ruteng, NTT.

Gempa dangkal ini merupakan jenis gempa bumi akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal).

Baca juga : Gempa Susulan Flores Nyaris 10.000, BNPB: Aktivitas Mulai Menurun

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di Lamba Leda, Manggarai Timur; Reok, Manggarai; Sambi Rampas, Manggarai Timur; Kota Ruteng; dan Kota Borong. Getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah pada siang hari.

Sementara itu, skala intensitas III MMI yang berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seperti truk berlalu, dilaporkan terjadi di Kota Bajawa, Kota Labuan Bajo, dan Kota Mbay.

Info BMKG memastikan bahwa hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.