Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menkomdigi Imbau Warga Saring Informasi Soal Erupsi Anak Krakatau
Senin, 7 September 2026 10:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda.
Selain mewaspadai dampak aktivitas vulkanik, masyarakat juga diminta berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Meutya menekankan pentingnya memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi dan terpercaya.
“Yang paling penting adalah tetap tenang, tetapi jangan mengurangi kewaspadaan. Masyarakat perlu mengikuti arahan dari otoritas terkait dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya,” kata Meutya dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9) malam. Saat ini, status gunung api tersebut berada pada Level III atau Siaga. Abu vulkanik akibat aktivitas erupsi dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kondisi tersebut juga berdampak pada sektor penerbangan dengan sejumlah penerbangan mengalami pembatalan dan gangguan operasional.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau turut memicu kekhawatiran masyarakat. Beredar pula berbagai informasi mengenai potensi tsunami yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, dentuman dan getaran yang sempat dirasakan di sebagian wilayah Jawa Barat menambah kecemasan warga.
Meutya meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar, terutama di media sosial dan aplikasi percakapan.
Baca juga : Erupsi Anak Krakatau, KCIC Pastikan Operasional Whoosh Normal dan Aman
Menurutnya, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik sebaiknya dipantau melalui kanal resmi pemerintah. Di antaranya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya.
“Pastikan keakuratan informasi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait kebencanaan gunung berapi demi menghindari misinformasi atau misleading yang dapat menyebabkan keresahan,” ujarnya.
Meutya secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum diverifikasi kebenarannya. Informasi keliru, kata dia, berpotensi memperbesar kepanikan di tengah masyarakat.
“Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Karena itu, saring sebelum sharing. Pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dapat meningkatkan literasi digital, terutama ketika menghadapi situasi darurat dan bencana. Kecepatan penyebaran informasi di ruang digital harus diimbangi dengan sikap kritis dalam memeriksa sumber dan kebenaran informasi.
“Tidak perlu panik, namun tetap selalu waspada dan menjaga keselamatan serta kesehatan,” katanya.
Baca juga : Menkes Ungkap Bahaya Abu Vulkanik, Keluar Rumah Pakai Masker
Selain soal informasi, Menkomdigi juga mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan.
Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel abu vulkanik, seperti N95 atau KN95.
Masyarakat juga disarankan menggunakan kacamata pelindung. Penggunaan lensa kontak atau softlens sebaiknya dihindari selama kualitas udara masih dipengaruhi sebaran abu vulkanik.
Aktivitas di ruang terbuka juga perlu dikurangi apabila tidak mendesak. Warga dianjurkan berada di dalam ruangan untuk membatasi paparan abu.
Bagi masyarakat yang tetap harus berkendara, Meutya meminta agar lebih berhati-hati. Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang sekaligus membuat permukaan jalan menjadi licin.
Warga juga diminta mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan. Sumber air bersih harus dijaga agar tidak terpapar abu vulkanik.
Baca juga : Erupsi Anak Krakatau Ada Di Level Siaga
Selain itu, Meutya mengimbau masyarakat, wisatawan dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Aktivitas masyarakat di sekitar gunung api tersebut harus mengikuti rekomendasi PVMBG, termasuk larangan memasuki radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Meutya menegaskan, kewaspadaan masyarakat dan kepatuhan terhadap arahan otoritas menjadi hal penting dalam menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Keselamatan adalah yang utama,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya