Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Herindra Nakhodai PB ESI, Janji Kerek Prestasi dan Perkuat Ekosistem
Selasa, 15 September 2026 14:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030. Herindra berkomitmen meningkatkan prestasi esports Indonesia di tingkat internasional sekaligus memperkuat ekosistem industri esports nasional.
Herindra mengatakan, jabatan sebagai Ketua Umum PB ESI merupakan amanah strategis. Tidak hanya untuk meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga memperkuat posisi generasi muda Indonesia di tengah perkembangan transformasi digital.
"Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton. Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global," ujar Herindra di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, perkembangan esports yang terlihat dari berbagai ajang seperti SEA Games, Asian Games hingga World Esports Championship menunjukkan bahwa esports telah berkembang menjadi olahraga prestasi.
Baca juga : Bukan Sekadar Main Gim Atlet Esports Indonesia Siap Buktikan Diri di Asian Games
Karena itu, PB ESI akan memperkuat jalur prestasi atlet, standardisasi pembinaan, perlindungan pemain, serta membangun ekosistem industri yang sehat. Pembinaan diharapkan berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan atlet yang kompetitif di level internasional.
"Prestasi internasional bukan hanya soal medali, tetapi juga bentuk diplomasi digital yang memperkuat citra Indonesia," kata Herindra.
Ketua Umum Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman menyambut positif kepemimpinan Herindra. Ia optimistis kepengurusan baru PB ESI dapat memperkuat tata kelola sekaligus mempercepat peningkatan prestasi esports nasional.
Menurut Marciano, Indonesia memiliki modal prestasi yang cukup kuat setelah meraih berbagai gelar di tingkat dunia, Asia, dan ASEAN. Capaian tersebut menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi internasional berikutnya, termasuk Asian Games Aichi-Nagoya.
Baca juga : Menko Polkam Pastikan Situasi Aman & Terkendali
Dukungan juga disampaikan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat. Ia menilai perkembangan esports telah melampaui sekadar permainan dan hiburan.
Esports kini berkembang sebagai olahraga prestasi, profesi, industri, sekaligus bagian dari masa depan generasi muda. Karena itu, besarnya potensi pemain dan industri game nasional perlu diikuti dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
Taufik menyebut Indonesia memiliki lebih dari 154 juta pemain game. Sementara nilai industri game nasional pada 2025 diperkirakan mencapai Rp32,7 triliun.
Potensi tersebut dinilai perlu ditopang pembinaan mulai dari tingkat akar rumput hingga kompetisi internasional. Dengan pembinaan yang konsisten, talenta esports Indonesia diharapkan mampu bersaing dan memberikan kontribusi lebih besar bagi industri digital nasional.
Baca juga : Wolves Degradasi, Pemilik Fokus Esport
"Indonesia tidak boleh hanya menjadi peserta, tetapi harus menjadi negara yang diperhitungkan di panggung esports dunia," kata Taufik, yang merupakan peraih medali emas Olimpiade cabang bulu tangkis.
Kepengurusan PB ESI periode 2026-2030 selanjutnya diarahkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, KONI, PB ESI, industri, pengembang game, dan komunitas esports.
Selain mengejar prestasi olahraga, penguatan ekosistem juga mencakup pengembangan developer dan game lokal, penyelenggaraan kompetisi berjenjang, serta penerapan tata kelola yang profesional.
Dengan pendekatan tersebut, esports diharapkan tidak hanya menjadi sumber prestasi bagi Indonesia, tetapi juga membuka peluang ekonomi digital sekaligus menjadi salah satu sarana diplomasi Indonesia di tingkat global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya