Dark/Light Mode

Angkutan Perkebunan & Petikemas Melonjak

Distribusi Barang KAI Kian Diminati Industri

Senin, 14 September 2026 06:40 WIB
Ilustrasi, kereta angkutan logistik.  (Foto: Dok. KAI)
Ilustrasi, kereta angkutan logistik. (Foto: Dok. KAI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Angkutan barang KAI terus tumbuh sepanjang Januari-Agustus 2026. Volume angkutan perkebunan tertinggi mencapai 683.214 ton atau melonjak 91,77 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 356.794 ton. Sementara angkutan petikemas naik 19,24 persen menjadi 3,93 juta ton.

Vice President (VP) Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kelancaran distribusi logistik berkaitan erat dengan daya saing industri karena biaya transportasi menjadi salah satu komponen dalam rantai pasok.

Menurutnya, kereta api menawarkan kapasitas pengiriman besar dengan jadwal perjalanan teratur, sehingga dapat menjadi pilihan menarik pelanggan industri untuk memenuhi kebutuhan distribusi barang.

“Kenaikan angkutan perkebunan dalam satu tahun menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi komoditas perkebunan melalui moda kereta api,” ujar Anne dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Baca juga : Datangkan Sastrawan Negaranya Ke Peluncuran Residensi Rimbaud

Indonesia memiliki posisi penting dalam industri perkebunan dunia, khususnya komoditas kelapa sawit. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang dikutip Kementerian Pertanian, produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 51,66 juta ton.

Komoditas sawit memiliki pemanfaatan luas untuk kebutuhan pangan, industri hingga energi nasional. Pada sektor energi, produk turunan kelapa sawit menjadi salah satu bahan baku program biodiesel nasional.

Selain perkebunan, angkutan petikemas juga mencatat pertumbuhan signifikan. Volume sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 3.928.221 ton, naik 19,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 3.294.255 ton.

Peningkatan tersebut setara dengan tambahan volume sebesar 633.966 ton.

Baca juga : BRICS Sepakat Kerja Sama Gunakan Mata Uang Lokal

Anne mengatakan, pertumbuhan itu menunjukkan kebutuhan terhadap layanan logistik yang efisien terus berkembang, seiring aktivitas industri yang membutuhkan konektivitas antarkawasan.

“Melalui layanan angkutan barang, kami menghadirkan konektivitas logistik yang menghubungkan berbagai sektor ekonomi,” katanya.

Pengembangan kawasan industri dan simpul logistik baru juga membuka peluang bagi angkutan berbasis rel.

Salah satunya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Jawa Tengah, yang diarahkan menjadi ekosistem logistik terintegrasi melalui keterhubungan dry port, seaport, kereta api, warehouse, trucking, container yard dan jaringan distribusi hinterland.

Baca juga : DKI Jakarta Bebas Kabel Semrawut 5 Tahun Lagi

KAI juga memperluas layanan angkutan retail dengan skema Business to Business (B2B). Sepanjang Januari-Agustus 2026, volume angkutan retail mencapai 169.044 ton.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 163.821 ton dan 2024 sebesar 144.250 ton.

“Kami juga memperluas kontribusi kereta api terhadap sistem logistik nasional, seperti angkutan retail ini,” ucap Anne.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor