Dark/Light Mode

Tambah Kapasitas Tanjung Priok, Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas

Sabtu, 1 Agustus 2026 22:24 WIB
Prosesi soft launching dan uji operasional Terminal 2 Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Foto: Pelindo
Prosesi soft launching dan uji operasional Terminal 2 Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Foto: Pelindo

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mulai mengoperasikan secara terbatas Terminal 2 Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Pengoperasian yang diawali dengan soft launching dan uji coba operasional tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kapasitas serta produktivitas layanan peti kemas yang terintegrasi, sekaligus mendukung efisiensi sistem logistik nasional.

Pengoperasian terminal baru itu ditandai dengan uji sandar perdana kapal peti kemas MV Meratus Konawe. Kegiatan tersebut menjadi indikator kesiapan fasilitas, peralatan, dan sistem pelayanan terminal dalam mendukung aktivitas bongkar muat peti kemas secara aman, andal, dan efisien. Pada kesempatan yang sama, Pelindo juga menetapkan nama resmi “Terminal 2 Petikemas” serta menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengatakan pengoperasian Terminal 2 Petikemas merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat daya saing layanan kepelabuhanan.

“Beroperasinya Terminal 2 Petikemas merupakan langkah penting untuk memperkuat kapasitas dan produktivitas layanan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya.

Baca juga : Pelindo Makin Cuan Ditopang Danantara, Laba Semester I Meroket 60 Persen

Menurut Achmad, terminal tersebut dikembangkan melalui optimalisasi aset yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas kawasan pelabuhan. Pengembangan berikutnya akan difokuskan pada penerapan digitalisasi layanan, modernisasi peralatan, serta peningkatan standar keselamatan dan kualitas pelayanan agar mampu mendukung pertumbuhan perdagangan nasional.

Ia menegaskan terminal tersebut akan terus dikembangkan agar mampu memberikan layanan yang lebih cepat dan andal bagi pengguna jasa. “Ke depan, terminal ini akan terus kami kembangkan menjadi terminal yang mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, andal, dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa maupun perekonomian nasional,” katanya.

Saat ini Terminal 2 Petikemas memiliki dermaga sepanjang 517,5 meter dengan lebar 20,8 meter. Dari total panjang tersebut, sekitar 200 meter telah siap dioperasikan dengan kedalaman desain minus 12 meter LWS sehingga mampu melayani kapal berbobot hingga 30.000 deadweight ton (DWT). Terminal juga dilengkapi area penumpukan peti kemas seluas sekitar 98.700 meter persegi dengan kapasitas mencapai 8.425 TEUs.

Untuk menunjang operasional, terminal didukung satu unit quay container crane (QCC), empat unit rubber tyred gantry crane (RTGC), satu reach stacker, lima head truck beserta chassis, serta sekitar 70 personel operasional. Pelindo juga menargetkan penambahan dua unit QCC yang dijadwalkan mulai beroperasi pada triwulan IV 2026 guna meningkatkan kapasitas layanan.

Baca juga : KSOP Utama Tanjung Priok Dukung Elektrifikasi Peralatan Pelabuhan JICT

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, menyambut baik pengoperasian terminal tersebut karena dinilai dapat memperkuat kualitas pelayanan di pelabuhan terbesar di Indonesia. “Kami mendukung upaya Pelindo dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas layanan kepelabuhanan. Sinergi antara regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan pelabuhan yang semakin efisien, aman, dan mampu mendukung kelancaran logistik nasional,” ujarnya.

Heru menambahkan, agar operasional Terminal 2 Petikemas berjalan optimal dan berkelanjutan, seluruh kegiatan tetap harus mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk melengkapi tata kelola dan persyaratan administrasi sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Komersial Pelindo Farid Padang menjelaskan pengoperasian Terminal 2 Petikemas menjadi bagian dari pengembangan konsep Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP). Program tersebut diarahkan untuk membangun hingga 20 koridor pelayaran baru secara bertahap melalui kolaborasi dengan perusahaan pelayaran, pemilik barang, regulator, pemerintah daerah, dan pengelola depo peti kemas.

“Pembentukan koridor tersebut akan memperkuat skema pelabuhan hub and spoke, menciptakan keseimbangan arus muatan, meningkatkan pemanfaatan kapasitas pelabuhan, serta berkontribusi pada penurunan biaya logistik nasional. Diharapkan pada tahap awal dapat terbentuk tujuh koridor di semester IV 2026,” kata Farid.

Baca juga : Volume Bongkar Muat Naik, Kinerja Pelindo Regional 2 Impresif Di Triwulan II

Menutup rangkaian kegiatan, Achmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, regulator, mitra usaha, asosiasi, pelanggan, dan pemangku kepentingan yang telah mendukung pembangunan hingga pengoperasian Terminal 2 Petikemas. Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin produktif, efisien, dan berdaya saing guna mendukung kemajuan sektor logistik nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.