Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pimpin International Naqshabandi Council
Ali Masykur Musa Bawa Mandat Perdamaian Dan Jejaring Tasawuf Dunia
Senin, 21 September 2026 18:20 WIB
Sebelumnya
Lima Amanah di Balik Kepemimpinan INC
Dari Piagam Bukhara dan keterangan Ali Masykur, kepemimpinan INC setidaknya membawa beberapa tanggung jawab substantif. Pertama adalah menghubungkan jaringan Naqsyabandiyah lintas negara.
Perbedaan geografis, budaya dan sejarah tidak selalu menghasilkan pengalaman tarekat yang seragam. Karena itu, INC dihadapkan pada pekerjaan membangun komunikasi dan ruang perjumpaan yang memungkinkan berbagai komunitas tetap berhubungan tanpa harus menghilangkan karakter masing-masing.
Kedua adalah merawat persaudaraan di tengah keberagaman tradisi. Naskah Ali menegaskan bahwa kepemimpinan di tingkat internasional menuntut kemampuan menjaga keragaman latar belakang komunitas Naqshbandi yang tersebar di berbagai negara.
Baca juga : Menhaj Dorong Penguatan Kerja Sama RI-Uzbekistan Berbasis Peradaban Islam
Ketiga, INC membawa tanggung jawab menjaga mata rantai spiritual sekaligus nilai dasarnya. Ali merumuskan substansi itu melalui lima kata kunci: menjaga sanad, merawat adab, menghidupkan dzikir, memperkuat ukhuwah dan menghadirkan kemaslahatan.
Keempat adalah membawa nilai tasawuf keluar dari ruang individual menuju kehidupan sosial. Forum Bukhara tahun ini sendiri menempatkan perdamaian, toleransi dan saling pengertian sebagai tema penting. BL
Bagi INC, hal itu membuka tantangan lebih besar: bagaimana spiritualitas diterjemahkan menjadi pengendalian diri, penghormatan terhadap perbedaan, solidaritas dan kepedulian sosial.
Dan kelima adalah mengubah jejaring internasional menjadi kerja yang berkelanjutan. Pertemuan antarulama dan mursyid memperoleh makna lebih kuat ketika diikuti pertukaran pengetahuan, pendidikan generasi berikutnya, pengembangan kajian, dokumentasi warisan serta forum internasional yang terus hidup setelah konferensi selesai.
Baca juga : Menhaj Perkuat Kerja Sama Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan
Lima bidang tersebut tidak dimaksudkan sebagai pasal formal organisasi—dokumen konstitusi lengkap INC belum tersedia di ruang publik—melainkan sebagai mandat substantif yang dapat dibaca langsung dari Piagam Bukhara dan keterangan pemimpin barunya.
Dari Dzikir Menuju Tanggung Jawab Sosial
Arah tersebut sejalan dengan gagasan yang dibawa Ali Masykur dalam konferensi di Bukhara. Menurutnya, tarekat tidak semestinya berhenti pada pengalaman spiritual personal. Kedekatan kepada Tuhan harus mempunyai konsekuensi terhadap hubungan manusia dengan manusia lain.
Dalam naskahnya, Ali menggambarkan tasawuf melalui hubungan antara dzikir yang melahirkan ketenangan, ilmu yang melahirkan kebijaksanaan, dan persaudaraan yang melahirkan kemaslahatan.
Baca juga : PLN Pasok Listrik Dan Jaringan Wi-Fi Di Arena Muktamar Ke-35 NU Jombang
Pemikiran semacam itu menjadi relevan bagi amanah INC. Sebab tantangan sebuah organisasi spiritual internasional hari ini bukan hanya menjaga warisan masa lalu, melainkan juga menjelaskan mengapa warisan tersebut masih penting bagi masyarakat yang menghadapi konflik, polarisasi, ketegangan identitas dan melemahnya ruang perjumpaan.
Di sinilah posisi Ali Masykur memperoleh bobot yang lebih luas. Sebagai tokoh tarekat dari Indonesia, ia datang dari lingkungan masyarakat Muslim yang besar dan majemuk. Sebagai Komisaris Independen PLN, ia juga bersentuhan dengan dunia kelembagaan dan tata kelola organisasi berskala besar.
Profil resminya di PLN mencatat pengalaman sebelumnya dalam bidang legislatif, audit negara serta pengawasan BUMN. Pengalaman-pengalaman itu kini bertemu dengan sebuah mandat berbeda: membangun dan merawat jaringan spiritual lintas negara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya