Dark/Light Mode

Keracunan MBG Terjadi Di Batang

Rawat Inap RS Penuh, Korban Dirawat Di Lorong

Jumat, 25 September 2026 07:40 WIB
Tenaga medis dan polisi mengangkat korban diduga keracunan di RSUD Kalisari, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/nz)
Tenaga medis dan polisi mengangkat korban diduga keracunan di RSUD Kalisari, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/nz)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus keracunan yang diduga setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, menimpa ratusan warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Dugaan keracunan itu menimpa siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Bawang. Di antaranya SDN 1 Bawang, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Qurota ‘Ayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.

Korban yang diduga keracunan itu dirawat di RSUD Kalisari Batang. Kamis (24/9/2026) pagi, RSUD Kalisari Batang tampak lebih sibuk dari biasanya. Pasien berdatangan dengan keluhan mual, muntah, hingga diare. Mayoritas pasien berasal dari Kecamatan Bawang.

Pasien tersebar di sejumlah ruangan, antara lain Ruang Wijayakusuma, Nusa Indah, dan Ruang Diklat.

Karena kapasitas ruang rawat inap penuh, sebagian pasien terpaksa dirawat di lorong. Tempat tidur pasien berjajar di sepanjang lorong, sementara keluarga tetap mendampingi korban.

Pasien yang dirawat ada yang berasal dari satu keluarga. Desi (34), misalnya, harus menjalani perawatan bersama dua anaknya yang masing-masing berusia 5 dan 3 tahun.

Korban juga berasal dari berbagai kelompok usia. Mulai siswa PAUD, SD, hingga SMA dan santri pondok pesantren dilaporkan mengalami gejala serupa.

Baca juga : Nadiem Divonis 9 Tahun, Bayar Uang Pengganti Rp 548 Miliar

Sejumlah orang tua turut menjadi korban setelah menyantap makanan MBG yang dibawa pulang anak mereka pada Selasa (22/9/2026).

Hingga Kamis (24/9/2026) siang, Bupati Batang M Faiz Kurniawan mencatat sebanyak 411 orang jadi korban.

“200 sekian sudah kembali ke rumah,” kata Faiz saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga terkait kejadian tersebut di Kecamatan Bawang, Kamis (24/9/2026).

Faiz prihatin atas kejadian yang menimpa ratusan warganya. Sejak pagi, dia berkeliling ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk melihat langsung kondisi para korban.

“Banyak sekali anak-anak kecil yang diinfus, kondisinya masih lemas, masih muntah, diare, dan lain sebagainya,” ungkap Faiz.

Faiz menyebut tiga hal yang menjadi prioritas pemerintah daerah. Pertama, memastikan penyebab kejadian dengan menelusuri seluruh proses penyediaan makanan MBG. Pemeriksaan dilakukan mulai dari bahan makanan tiba, proses pengolahan, hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Kedua, memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang layak. Faiz memastikan fasilitas kesehatan di Kabupaten Batang disiapkan untuk menangani para korban. “Semua fasilitas kesehatan cukup, baik rumah sakit, kemudian puskesmas, obat-obatan cukup, dan segala kebutuhan sudah tercukupi,” terangnya.

Baca juga : Rendy Umboh: Di UUD, Boleh Sendiri Atau Boleh Bergabung

Faiz juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Menurut Faiz, Sudaryono meminta pemerintah daerah melakukan audit secara maksimal terhadap SPPG terkait.

“Beliau menyampaikan, ‘Tolong diaudit semaksimal mungkin Pak Bupati, dan tolong juga di semua SPPG untuk dilakukan monitoring dan investigasi’,” kata Faiz menirukan pesan Sudaryono.

“Kalau nanti ada yang direkomendasikan oleh pemerintah daerah untuk ditutup, dipastikan oleh Pak Kepala BGN untuk ditutup,” sambungnya.

Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan sumber makanan yang menyebabkan munculnya gejala tersebut. Investigasi dan pemeriksaan masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti.

Kapolresta Batang Kombes Warsono menjelaskan, makanan MBG didistribusikan pada Selasa (22/9/2026). Pada malam harinya, sejumlah warga mulai mengeluhkan mual dan diare.

Kemudian, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, perangkat Desa Pasusukan melaporkan kepada Polsek Bawang bahwa sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan.  “Setelah menerima informasi tersebut, Kapolsek Bawang beserta anggota langsung mendatangi lokasi, melakukan pengecekan terhadap warga, berkoordinasi dengan perangkat desa, Puskesmas Bawang, Dinas Kesehatan, serta pihak terkait,” papar Warsono.

Warsono meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan pendalaman instansi berwenang untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.

Baca juga : Herman Khaeron: Moderatnya, Memang Hanya Dua Fraksi Saja

“Sampel makanan dari menu yang dikonsumsi pada Selasa, 22 September 2026 juga telah diamankan dan dibawa oleh Dinas Kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di Semarang,” katanya.

Terpisah, Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan SPPG Batang Bawang dikenai suspend kategori berat. BGN juga mencopot Kepala SPPG tersebut.

“Di samping adanya pelanggaran SOP oleh dapur, ada sebagian dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat,” jelas Ketut dalam keterangannya.

Ketut memastikan seluruh penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan penanganan. Kondisi para penerima MBG yang terdampak juga terus dipantau.

“Kami pastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan penanganan dengan baik dan kondisi mereka terus dipantau,” tegasnya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.