Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, ReJO Harap Polri Makin Humanis
- Suyudi Ario Seto Kapolri, Sugiono PMK, Bahlil Menko Hilirisasi & Transisi Energi
- Pastikan Antrean Haji Lebih Akurat, Kemenhaj-Kemendagri Padankan Data Jemaah
- Menpora Erick: Nurisa Buktikan Juara Harus Berjuang Sampai Anak Panah Terakhir
- Badan Pengkajian MPR RI Serap Aspirasi Ekonomi Kreatif Karimunjawa
BAZNAS Gandeng OKP Salurkan Bantuan Pendidikan 1.000 Mahasiswa NTT
Sabtu, 26 September 2026 10:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggandeng organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) untuk menyalurkan bantuan pendidikan kepada 1.000 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran sekaligus menjangkau mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana dan mengalami kesulitan ekonomi.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS, Idy Muzayyad mengatakan, setiap mahasiswa akan menerima bantuan sebesar Rp 1 juta per bulan selama tiga bulan. Bantuan senilai total Rp 3 juta per mahasiswa tersebut akan disalurkan secara bertahap.
“Untuk itulah BAZNAS menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp 1 juta per bulan selama tiga bulan. Jadi, ada sekitar Rp 3 juta per orang yang disalurkan bertahap. Insyaallah, kami akan mengadvokasi untuk 1.000 mahasiswa,” kata Idy, dalam Sosialisasi Bantuan Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Gempa Bumi untuk OKP, yang digelar secara daring, Kamis (24/9/2026).
Baca juga : BAZNAS Raih Penghargaan Indonesia Responsible Business Awards 2026
Idy menjelaskan, OKP dan organisasi kemahasiswaan akan dilibatkan dalam pengelolaan data serta penjaringan calon penerima bantuan.
BAZNAS juga akan berkoordinasi dengan BAZNAS provinsi di sejumlah daerah yang menjadi konsentrasi mahasiswa asal NTT, antara lain Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Semarang, Jakarta, dan Bandung.
Menurut Idy, proses penyaluran bantuan tetap mengacu pada prinsip tiga aman BAZNAS, yakni aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI.
Dia berharap bantuan tersebut dapat membantu mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan selama keluarga mereka menjalani proses pemulihan pascabencana.
Baca juga : BAZNAS-UPZ IKA UNPAD Perkuat Pemberdayaan Masjid
“Untuk diketahui, bantuan terhadap saudara kita yang non-Muslim terdampak gempa di NTT berasal dari dana infak dan sedekah,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan BAZNAS, Agus Siswanto mengatakan, terdapat empat jalur pengumpulan data calon penerima bantuan. Keempatnya yakni melalui kampus dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kampus, pemerintah pusat dan pemerintah daerah NTT, BAZNAS provinsi atau kabupaten/kota, serta OKP.
Agus menilai, OKP memiliki posisi penting dalam memperluas jangkauan informasi program sekaligus membantu BAZNAS menjaring mahasiswa yang benar-benar terdampak bencana.
“OKP memiliki peran penting bagi BAZNAS untuk menyebarkan informasi program ini ke seluruh struktur jaringan dan cabang. Selain itu, OKP memiliki akses untuk mengetahui masyarakat yang terdampak, menjaring, dan mendata anggota yang terdampak,” ujar Agus.
Baca juga : BAZNAS Evaluasi Beasiswa Filantropi Islam, Perkuat Kualitas SDM Pengelola Zakat
Dia menekankan, data yang direkomendasikan harus benar-benar menggambarkan kondisi mahasiswa atau keluarga anggota yang terdampak gempa.
“Tentunya, kami membutuhkan bantuan agar yang direkomendasikan adalah anggota atau keluarga anggota yang memang terdampak gempa,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya