Dark/Light Mode

Blue Fire di Kawah Manuk Papandayan, Ini Penjelasan Badan Geologi

Minggu, 27 September 2026 21:10 WIB
Blue-fire di area Gunung Papandayan, Jawa Barat. (Foto: Badan Geologi)
Blue-fire di area Gunung Papandayan, Jawa Barat. (Foto: Badan Geologi)

 Sebelumnya 
Berikut rekomendasi Badan Geologi terkait kondisi Gunung Papandayan saat ini:

1. Masyarakat di sekitar Gunung Papandayan serta wisatawan, pendaki, dan pengunjung direkomendasikan untuk tidak beraktivitas dan menginap dalam kawasan bukaan kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Papandayan yakni Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, Kawah Manuk/Balagadama dalam radius 500 meter. Aturan serupa juga harus dipatuhi ketika cuaca mendung dan hujan.

2. Waspadai gas beracun yang konsentrasinya dapat meningkat secara tiba-tiba.

Baca juga : Gunung Anak Krakatau Punya Cucu? Ini Analisis Awal Badan Geologi

3. Waspadai terjadinya letusan yang bersifat tiba-tiba, tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

4. Waspadai potensi longsor di dinding kawah kompleks Gunung Papandayan.

Mempertimbangkan potensi kemunculan sinar api/blue-fire yang dapat terjadi di lokasi berbeda dalam kawasan kompleks Gunung Papandayan, apabila fenomena tersebut kembali teramati, pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan diimbau menerapkan jarak aman sesuai rekomendasi Badan Geologi. Demi menjamin keselamatan pengunjung dan mencegah aktivitas pada area yang berpotensi membahayakan.

Blue-Fire di Kawah Manuk Tak Terlihat Lagi 

Baca juga : Malam Ini, Status Gunung Anak Krakatau Turun Ke Level II Waspada

Berdasarkan hasil pemantauan terkini hingga 26 September 2026, blue-fire yang sebelumnya teramati di area Kawah Manuk sudah tidak terlihat lagi.

Meski begitu, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) tetap melakukan pemantauan secara intensif dan berkelanjutan terhadap perkembangan aktivitas di Kawah Manuk sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan terulangnya fenomena serupa.

Badan Geologi senantiasa berkoordinasi dengan pihak pengelola TWA Gunung Papandayan, sebagai langkah antisipasi menghindari hal-hal membahayakan yang tidak diinginkan.

Baca juga : Gunung Ili Lewotolok Erupsi 42 Detik, Tinggi Kolom Letusan 600 Meter

"Tingkat aktivitas Gunung Papandayan akan dievaluasi secara berkala, termasuk bila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan," ujar Lana.

Informasi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Papandayan dan gunung api lainnya di Indonesia dapat diakses melalui melalui Media Sosial Badan Geologi (IG: badan.geologi, X: badan geologi_, FB: Badan Geologi, Youtube: BadanGeologiBG, WA channel: Badan Geologi Kementerian ESDM dan Threads: Badan Geologi – KESDM) serta melalui website Badan Geologi: https://geologi.esdm.go.id/pvmbg, Magma Indonesia: https://magma.esdm.go.id dan Portal Mitigasi Bencana: https://vsi.esdm.go.id/portalmbg/

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.