Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 50% Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan
- Masinis KA Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Maut di Bekasi
- RUU Perampasan Aset, Gerindra: Harus Ada Ganti Rugi untuk Korban Salah Sita
- Jutaan Hektare Lahan Rusak di Kalimantan Ternyata Masih Bisa Dipulihkan
- Mega Terharu dengan Perhatian Prabowo Takziah atas Wafatnya Guruh
Tanam Pohon di Dusun Bambu, Menteri Jumhur Minta Izin Ekowisata Dipermudah
Selasa, 29 September 2026 22:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat melakukan penanaman pohon di area Ekowisata Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Jumhur menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan ekowisata (eco tourism). Menurutnya, ekowisata merupakan kegiatan ekonomi yang berorientasi pada pemuliaan dan pelestarian lingkungan.
Baca juga : Menteri Jumhur Pamer Aksi Nyata Prabowo Lakukan Pengendalian Perubahan Iklim
"Kementerian Lingkungan Hidup sudah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan pemanfaatan keanekaragaman hayati oleh dunia usaha terkolaborasi dengan baik," kata Jumhur di Ekowisata Dusun Bambu, Selasa (29/9/2026).
Jumhur menjelaskan, kehadiran pihaknya di Bandung juga dalam rangka menyosialisasikan skema biodiversity credit. Ia berharap Ekowisata Dusun Bambu dapat menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya di Jawa Barat, dalam menggerakkan perekonomian berbasis lingkungan.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan ekowisata sangat bergantung pada penerapan ekonomi sirkular. Tanpa adanya perputaran ekonomi, kegiatan konservasi lingkungan dinilai sulit bertahan dalam jangka panjang.
Baca juga : Imbas Kebakaran Lahan Konsesi, KLH Segel 50 Badan Usaha
"KLH akan selalu mengawasi seluruh aturan terkait pemuliaan lingkungan untuk memastikan lingkungan tetap terjaga. Jika lingkungan terawat, masyarakat akan semakin tertarik mendatangi destinasi ekowisata," tegasnya.
Selain itu, Jumhur membagikan pengalamannya usai bertemu dengan para aktivis dan penggiat lingkungan di New York, Amerika Serikat, serta London, Inggris, termasuk penasihat Raja Inggris terkait keanekaragaman hayati. Dalam pertemuan tersebut, komunitas internasional mendorong Indonesia untuk menjadi pemimpin global dalam isu-isu lingkungan hidup.
Mendorong peran aktif tersebut dinilai sangat beralasan mengingat Indonesia merupakan negara megabiodiversity dengan kekayaan hayati darat dan laut terbesar di dunia.
Baca juga : Menteri Jumhur Periksa Kebun Agroforestri UISU Sebagai Wakaf Hijau
Mengenang masa kecilnya di kawasan Cililin, Bandung Barat, Jumhur mengaku terkesan dengan perubahan Dusun Bambu yang dulunya merupakan lahan gersang rawan erosi, kini berubah menjadi kawasan rimbun setelah ditanami pohon-pohon keras.
Terkait perizinan, Menteri LH mendukung kemudahan izin usaha bagi pengembang ekowisata, selama kegiatan tersebut mematuhi regulasi dan kaidah kelestarian lingkungan.
"Aturan di tingkat daerah harus mempermudah izin sejauh usahanya memenuhi syarat (comply) menjaga lingkungan. Namun, jika kegiatannya justru merusak lingkungan dengan dalih ekowisata, tentu tidak dibolehkan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya