Dark/Light Mode

Angkie Yudistia Apresiasi Gibran Buka Istana untuk Anak Disabilitas

Kamis, 15 Oktober 2026 18:03 WIB
Pegiat isu disabilitas Angkie Yudistia mengapresiasi Wapres Gibran yang membuka Istana Wapres bagi anak-anak disabilitas Komunitas Aku Menari. Dok. Setwapres
Pegiat isu disabilitas Angkie Yudistia mengapresiasi Wapres Gibran yang membuka Istana Wapres bagi anak-anak disabilitas Komunitas Aku Menari. Dok. Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Pegiat isu disabilitas Angkie Yudistia mengapresiasi langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang membuka ruang bagi anak-anak penyandang disabilitas dari Komunitas Aku Menari di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Menurut Angkie, langkah tersebut menjadi pesan bahwa ruang-ruang negara terbuka bagi seluruh anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas, untuk mengembangkan potensi dan memperoleh kesempatan yang setara.

Dalam audiensi bersama Komunitas Aku Menari, Gibran menyampaikan dukungan terhadap kegiatan komunitas yang menjadi wadah bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk mengembangkan minat, bakat, dan kepercayaan diri melalui seni tari.

Gibran juga menawarkan penggunaan auditorium di lingkungan Istana Wakil Presiden sebagai tempat latihan. Tawaran tersebut disampaikan setelah mengetahui bahwa selama ini komunitas itu masih harus menyewa dan berpindah-pindah lokasi untuk berlatih.

Baca juga : Terima Komunitas Aku Menari, Wapres Dukung Ruang Ekspresi Anak Disabilitas

Angkie menilai, keterbukaan Istana bagi anak-anak penyandang disabilitas memiliki makna lebih dari sekadar penerimaan tamu. Langkah itu, menurutnya, menunjukkan bahwa anak-anak disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan ruang dan kesempatan dalam kehidupan berbangsa.

"Saya melihat langkah Mas Wapres Gibran sebagai sebuah pesan kepemimpinan yang memiliki makna mendalam. Karena, Istana bukan hanya simbol kekuasaan, tapi juga harapan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali," kata Angkie.

Ia mengatakan, kesempatan bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk hadir dan menunjukkan potensi di lingkungan Istana merupakan bentuk pengakuan terhadap kesetaraan mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

"Kita sedang membangun sebuah pesan bahwa setiap anak Indonesia memiliki tempat yang setara dalam perjalanan bangsa ini," ujarnya.

Baca juga : Hadiri Wisuda Institut Pariwisata Trisakti, Gibran Bicara Pemanfaatan Teknologi

Angkie menambahkan, kehadiran pemimpin secara langsung dapat memberikan dampak terhadap kepercayaan diri anak-anak penyandang disabilitas. Selain dukungan, mereka membutuhkan pengakuan dan kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan yang dimiliki.

"Terlebih bagi anak-anak penyandang disabilitas, kehadiran seorang pemimpin dapat memberikan pesan yang sangat kuat: bahwa mereka terlihat, didengar, dihargai, dan diakui keberadaannya," jelasnya.

Ia berharap keterbukaan ruang bagi komunitas disabilitas tidak berhenti di lingkungan Istana Wakil Presiden, tetapi juga diperluas ke berbagai daerah. Dengan begitu, semakin banyak anak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk berkarya dan mengembangkan potensi.

Menurut Angkie, keberhasilan inklusi tidak cukup diukur dari seberapa sering penyandang disabilitas diundang ke ruang-ruang penting. Hal yang lebih mendasar adalah seberapa besar kesempatan nyata yang tersedia bagi mereka untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga : Wapres Tanggapi Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran

Karena itu, dukungan terhadap komunitas seperti Aku Menari diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses dan kesempatan bagi anak-anak penyandang disabilitas, baik dalam bidang seni maupun berbagai aktivitas sosial lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.