Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Icuk Rangga Bawono mengapresiasi langkah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang turun langsung mendengarkan persoalan nelayan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Namun, ia mengingatkan agar dialog tersebut ditindaklanjuti dengan langkah konkret untuk menyelesaikan masalah masyarakat pesisir.
Icuk menilai, kunjungan langsung ke lapangan memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk memahami kebutuhan masyarakat sekaligus mengetahui hambatan yang selama ini dihadapi nelayan.
"Kami memandang bahwa pendekatan tersebut cukup baik apabila ditindaklanjuti dengan implementasi yang bisa dikerjasamakan dengan stakeholder terkait," kata Icuk, Selasa (27/10/2026).
Sebelumnya, Gibran melakukan kunjungan kerja ke Cilacap pada Senin (26/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres berdialog dengan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu.
Baca juga : Gibran Kawal Solar Subsidi Hingga Pengerukan Sungai
Sejumlah persoalan disampaikan nelayan, terutama keterbatasan kuota dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut serta pendangkalan alur Sungai Kaliyasa yang menghambat aktivitas kapal perikanan.
Setelah mendengarkan aspirasi nelayan, Gibran meninjau langsung kondisi alur Sungai Kaliyasa dan kawasan dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.
Menurut Icuk, kehadiran pemerintah pusat di tengah masyarakat dapat membantu mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Meski demikian, penyelesaian masalah tidak cukup hanya melalui dialog dan peninjauan lapangan.
"Tidak hanya berhenti sampai dengan mendengar langsung persoalan nelayan tapi harus ada implementasinya. Tindak lanjutnya seperti apa, kerja sama apa yang bisa digalang dengan masyarakat sehingga bisa mempercepat penyelesaian persoalan ekonomi masyarakat," jelasnya.
Baca juga : Respons Keluhan Nelayan, Wapres Cek Langsung Pendangkalan Sungai Di Cilacap
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar persoalan nelayan dapat ditangani sesuai kebutuhan di lapangan.
Icuk juga menyoroti keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, keterlibatan kementerian dan BUMN dalam kunjungan Wapres dinilai dapat membuka peluang kerja sama untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan di daerah.
"Harapannya dengan adanya kunjungan Wapres bersama stakeholder itu bisa mengatasi permasalahan dan mempercepat penyelesaian permasalahan di daerah," ujarnya.
Baca juga : Serap Aspirasi Nelayan Cilacap, Wapres Pastikan Kendala Segera Dituntaskan
Lebih lanjut, Icuk mendorong Pemerintah Kabupaten Cilacap menyusun pemetaan yang jelas mengenai persoalan prioritas masyarakat, termasuk kebutuhan sektor perikanan. Pemetaan tersebut dapat menjadi dasar untuk menghubungkan program pemerintah pusat, dukungan BUMN, dan kajian perguruan tinggi.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak penting agar penyelesaian persoalan masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan.
Dengan tindak lanjut yang terarah dan koordinasi lintas sektor, kunjungan Wapres Gibran diharapkan dapat menjadi momentum mempercepat penyelesaian persoalan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Cilacap.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya