Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gempa M5,4 Guncang Pulau Karutung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
- Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol, Roma dan Como Ikut Raih Kemenangan
- PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik
- Persib Vs Melbourne Victory, Ujian Terberat Maung Bandung
- Gempa M5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengintegrasikan tiga program pembinaan remaja melalui Akademi Keluarga Indonesia. Program ini dirancang untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan kehidupan berkeluarga di masa depan.
Wihaji mengatakan, pembentukan Akademi Keluarga Indonesia dilatarbelakangi keberadaan sekitar 66 juta remaja Indonesia yang menjadi generasi penerus bangsa. Karena itu, mereka perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu memberikan kontribusi terbaik bagi negara.
"Setuju tidak setuju mereka akan menjadi generasi pengganti dan penerus untuk memberikan kontribusi yang terbaik buat bangsa dan negara," kata Wihaji dalam Pertemuan Nasional Pembinaan Akademi Keluarga Indonesia Tahun 2026 di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Halim, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, persiapan generasi muda perlu mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan mental, pemahaman mengenai masa depan, hingga kemampuan menyebarkan nilai-nilai positif kepada teman sebaya.
"Harapannya, anak-anak ini akan menularkan virus kebaikan kepada anak-anak yang lain. Ini akan kita kerjakan di seluruh Indonesia," ujarnya.
Baca juga : Konsolidasi Menuju Pemilu 2029, Golkar Gelar Rakornis Pemenangan di Bandung
Wihaji menilai, remaja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital. Penggunaan gawai dan pengaruh algoritma turut memengaruhi pola pikir serta perilaku generasi muda.
"Contoh yang kita ambil dari berbagai satuan pendidikan seperti kelas X, XI, XII. Setelah ini akan diperluas sampai ke tingkat kecamatan," jelasnya.
Akademi Keluarga Indonesia merupakan integrasi tiga program, yakni Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Sekolah Siaga Kependudukan, dan Generasi Berencana (GenRe). Ketiga program tersebut dikemas dalam modul pembelajaran yang membahas berbagai aspek kehidupan berkeluarga.
"Ini kita integrasikan dan kita kemas untuk membuat modul kurikulum yang isinya tentang keluarga, mulai dari basic sampai advanced," paparnya.
Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Woro Srihastuti Sulistyaningrum, mengapresiasi pembentukan Akademi Keluarga Indonesia.
Baca juga : Ketemu Wihaji, Ara Siapkan 3.000 Bedah Rumah untuk Cegah Stunting
Menurut Woro, program ini menjadi langkah penting untuk membekali generasi muda dengan pendidikan persiapan berkeluarga yang selama ini belum tersedia secara khusus. Ia menekankan, pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada pengetahuan atau aspek kognitif.
Akademi Keluarga Indonesia juga perlu mengembangkan keterampilan hidup (life skills), terutama kemampuan berinteraksi dan membangun hubungan yang sehat dengan pasangan.
"Kalau membangun keluarga itu kan tidak ada sekolahnya. Nah, dengan Akademi Keluarga ini, artinya negara memberikan pembekalan," kata Woro.
Ia menambahkan, kesiapan membangun keluarga semakin penting di tengah berbagai tantangan kehidupan rumah tangga.
Tren penurunan angka pernikahan di tengah meningkatnya angka perceraian, menurutnya, menunjukkan perlunya persiapan yang lebih baik sebelum seseorang memasuki kehidupan berkeluarga.
Baca juga : Ketemu Wihaji, Ara Bawa 3.000 Rumah Untuk Percepat Penanganan Stunting
"Kalau kita tidak persiapkan dengan sebaik-baiknya, kebutuhan keluarga itu menjadi tantangan kita," pungkasnya.
Akademi Keluarga Indonesia Tahun 2026 diikuti 201 anggota dari 38 provinsi. Peserta terdiri dari 134 siswa dan siswi serta 67 kepala sekolah. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai berbagai isu terkini yang berkaitan dengan remaja dan keluarga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya