Dark/Light Mode

Mahfud MD Raih Anugerah Dewan Pers 2026 Kategori Tokoh Bangsa

Kamis, 29 Oktober 2026 19:19 WIB
Pakar hukum tata negara Mahfud MD menerima Anugerah Dewan Pers 2026 dalam kategori Tokoh Bangsa di Gedung Dewan Pers, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok MMD
Pakar hukum tata negara Mahfud MD menerima Anugerah Dewan Pers 2026 dalam kategori Tokoh Bangsa di Gedung Dewan Pers, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok MMD

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar hukum tata negara Mahfud MD menerima Anugerah Dewan Pers 2026 dalam kategori Tokoh Bangsa. Bersama Mahfud, turut menjadi nominator tokoh-tokoh lain seperti Adam Malik, Susilo Bambang Yudhoyono, Usman Hamid, dan Yenny Wahid.

Dalam pidatonya, Mahfud mengatakan, pers merupakan cermin kehidupan berbangsa. Jika ingin tahu wajah suatu bangsa, dapat dilihat dari persnya. Namun, Mahfud melihat, dunia pers Indonesia hari ini ibarat dua cermin yang rusak.

“Tapi, sampai saat ini saya melihat dua cermin pers kita, satu cermin yang buram, yaitu media mainstream, karena beragam pengaruh, gambar masyarakat di cermin media mainstream agak buram hari ini,” kata Mahfud dalam Anugerah Dewan Pers 2026 di Gedung Dewan Pers, Rabu (28/10/2026).

Meski demikian, Mahfud berpendapat, cermin yang buram ini sebenarnya masih memiliki struktur jelas, dan masih memiliki penanggung jawab jika terjadi masalah.

Baca juga : Pers Tetap Sehat di Tengah Gempuran Badai Informasi

Namun, itu tidak dimiliki satu cermin lainnya, yaitu media sosial, yang sayangnya juga sedang dalam kondisi retak. Apalagi, cermin media sosial ini bisa dibilang tidak memiliki jurnalisme kebangsaan yang bisa diandalkan.

“Jadi, dunia pers kita menurut saya saat ini sedang agak sakit, sehingga kita perlu menghidupkan lagi jurnalisme kebangsaan,” pesan Mahfud.

Kepada Dewan Pers, seluruh insan pers, dan Pemerintah, Mahfud mengajak kembali membangun pers yang sehat. Mahfud turut mengajak masyarakat menumbuhkan jurnalisme warga yang sehat.

Sebab, saat ini, dunia informasi menghadapi tantangan berupa buzzer-buzzer bayaran yang jahat. Mereka sengaja membuat hoaks ke masyarakat dan tanpa merasa ada tanggung jawab.

Baca juga : Forum Pemred Gelar Run For Good Journalism 2026

“Pers saat ini kurang sehat, tapi harus disehatkan karena ini juga menjadi cermin kita. Saya punya keyakinan pada saatnya nanti, pers akan bangkit kembali membangun bangsa ini,” yakin Mahfud.

Sebelumnya, Mahfud MD menerima Anugerah Dewan Pers 2026 kateogri Tokoh Bangsa. Penghargaan ini diberikan bagi figur publik eksternal yang secara nyata memasang badan melindungi kemerdekaan pers dan mendorong transparansi informasi.

Selain Mahfud MD dalam kategori Tokoh Bangsa, Anugerah Dewan Pers 2026 turut diberikan kepada Project Multatuli dalam kategori Perusahaan Pers. Kemudian, Najwa Shihab dalam kategori Wartawan dan Karni Ilyas dalam kategori Tokoh Pers.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat menyebut, Mahfud merupakan tokoh yang memiliki relasi sangat dekat dengan dunia pers.

Baca juga : UKW Hari Kedua Dorong Profesionalisme Pers

“Beliau ini ya kawan diskusi yang sangat familiar dengan pers,” kata Komaruddin dalam Anugerah Dewan Pers 2026 di Gedung Dewan Pers, Rabu (28/10/2026).

Komaruddin berpendapat, kehadiran Mahfud menjadi cahaya terang, terutama ketika langit informasi masyarakat sedang menurun secara kualitas. Karenanya, Komaruddin menyampaikan apresiasi atas sumbangsih yang konsisten diberikan Mahfud.

“Ketika langit masyarakat, public sphere, ruang publik itu menurun kualitasnya, isinya kebakaran, ya korupsi, macam-macam, untung ada berapa orang-orang yang ikut mengisi, menjaga, menaikkan, memberi cahaya dalam ruang publik itu, salah satunya Prof. Mahfud, terima kasih,” ujar Komaruddin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.