Dark/Light Mode

3 Daerah Kalsel Pamerkan Inovasi Unggulan dalam Presentasi IGA 2026

Kamis, 5 November 2026 21:20 WIB
Presentasi  secara virtual dari Command Center dan Ruang Video Conference Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (Foto : Ist)
Presentasi secara virtual dari Command Center dan Ruang Video Conference Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tiga pemerintah daerah di Kalimantan Selatan menampilkan inovasi unggulan di bidang pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dan ketenagakerjaan dalam Presentasi Kepala Daerah pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2026, Kamis (5/11/2026).

Ketiga daerah tersebut yakni Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Tabalong. Masing-masing memaparkan terobosan yang dikembangkan untuk menjawab persoalan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Presentasi berlangsung secara virtual dari Command Center dan Ruang Video Conference Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wakil Bupati Hulu Sungai Utara Hero Setiawan mengatakan, pengembangan inovasi daerah tidak hanya dilakukan dengan menciptakan program baru, tetapi juga mengoptimalkan program yang sudah berjalan melalui kolaborasi lintas sektor dan wilayah.

“Untuk inovasi yang sudah ada kami didorong untuk mengelaborasi dengan mengkolaborasikan inovasi tersebut secara pentahelix baik itu antar sektor maupun antar wilayah. Berikutnya kami juga memperbanyak agen-agen inovasi di daerah dan menjadikan inovasi sebagai budaya kerja,” ujarnya.

Baca juga : Muktamar XXI IMM Digelar 21-23 Januari 2027 Di Kalimantan Selatan

Hero memaparkan dua inovasi unggulan, yakni PEDAS (Perkebunan Darussalam) melalui program One Pesantren One Product (OPOP) dan RAWASARI (Remaja Wanita Sehat Berseri) dalam program HSU Ceria (Cegah Stunting Bersama).

PEDAS memanfaatkan lahan perkebunan Pondok Pesantren Darussalam untuk mengembangkan pertanian hortikultura. Selain memberikan edukasi pertanian dan memperkuat kemandirian pangan pesantren, program ini mendorong jiwa kewirausahaan santri.

Hasilnya, pengeluaran dapur pesantren berhasil ditekan hingga 25 persen. Sebanyak 50 santri juga menjadi lebih aktif berkebun. Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama dan Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sementara RAWASARI merupakan media edukasi kesehatan berbasis web yang dikembangkan Puskesmas Sapala untuk mengatasi anemia pada remaja putri.

Sebelum program diterapkan, angka anemia di wilayah tersebut mencapai 45,5 persen. Setelah dilaksanakan pada 2025, cakupan pemberian tablet tambah darah (TTD) meningkat hingga 92,6 persen. Angka anemia pada remaja putri pun turun menjadi 23,5 persen.

Dari Kabupaten Balangan, Bupati Abdul Hadi memaparkan program Sanggam Bakabun (Bahutang Kada Babunga), berupa pinjaman modal usaha tanpa bunga dan biaya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga : DPD Hanura Kalsel Bantu Penanganan Karhutla Dan Salurkan Air Bersih

Program yang telah berjalan selama empat tahun tersebut disalurkan melalui BPR Sanggam Cipta Sejahtera dan Bank Kalsel. “Jadi program ini sudah 4 tahun berjalan,” ujar Abdul Hadi.

Selama periode tersebut, pembiayaan melalui BPR mencapai Rp1,8 miliar untuk 145 UMKM. Sementara melalui Bank Kalsel, penyaluran mencapai Rp11,2 miliar kepada 267 UMKM. Total modal usaha yang telah disalurkan tercatat Rp13,1 miliar.

Di bidang kesehatan, Pemkab Balangan mengembangkan SIBALANG (Sinergi Ibu Hamil dan Balita Gizi Kurang), aplikasi yang mengintegrasikan data ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK) dan balita bermasalah gizi.

Aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur, mulai dari pemantauan pertumbuhan, KMS digital, pengingat konsumsi TTD, SIBALANG AI, GPS fasilitas kesehatan, hingga layanan pengaduan melalui WhatsApp. Sistem tersebut juga terhubung dengan aplikasi e-PPGBM Kementerian Kesehatan.

Melalui inovasi ini, pencatatan layanan kesehatan di 10 posyandu dapat tersedia secara real time pada hari yang sama. Adapun Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani memperkenalkan SMARTNaker (Satu NIK, Satu Profil Tenaga Kerja), inovasi Dinas Tenaga Kerja untuk mengintegrasikan pendataan dan registrasi tenaga kerja berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Baca juga : Waskita Karya Mulai Garap Proyek Jembatan Pulau Laut Kalsel, Progres 18,4 Persen

Menurutnya, sebelumnya pendataan tenaga kerja masih dilakukan secara manual dan terpisah di berbagai perangkat daerah, desa, serta kecamatan. Akibatnya, data belum terintegrasi dan pelatihan berpotensi diikuti orang yang sama secara berulang.

Selain itu, pemetaan kompetensi tenaga kerja belum optimal untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha.

“Jadi kami tidak hanya melatih, tapi bagaimana pemagangan ini dilakukan di dunia usaha,” jelas Muhammad Noor Rifani.

Dia menegaskan, penggunaan satu basis data menjadi langkah penting agar program pelatihan dan pemagangan lebih tepat sasaran. Program tersebut juga memprioritaskan warga miskin agar mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan dan memperoleh pengalaman kerja melalui pemagangan di perusahaan.

Hingga kini, SMARTNaker telah mencatat 10.265 pengguna aplikasi dan melibatkan 21 perusahaan mitra pemagangan. Sistem tersebut juga mendata 7.303 tenaga kerja terampil berbasis NIK serta memfasilitasi pelatihan bagi 2.112 warga miskin. Inovasi ini sekaligus mendukung target Pemkab Tabalong untuk mencetak 15 ribu tenaga kerja terampil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.