Dark/Light Mode

Ibas: Dukung Ilustrator Kejar Market Dunia Perlu Perhatian & Pengembangan Para Seniman

Jumat, 14 Maret 2025 16:14 WIB
Wakil Ketua MPR RI Baskoro Yudhoyono (Ibas)  (tengah) saat menggelar audiensi dengan ilustrator Indonesia di Gedung MPR RI, Kamis (13/3/2025). (Foto: Dok. MPR RI)
Wakil Ketua MPR RI Baskoro Yudhoyono (Ibas) (tengah) saat menggelar audiensi dengan ilustrator Indonesia di Gedung MPR RI, Kamis (13/3/2025). (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian pada peningkatan pendidikan, pelatihan, promosi, dan pengembangan karir ilustrator.

Ia juga menekankan pentingnya regulasi dan perlindungan hukum bagi para seniman bangsa. 

Hal tersebut disampaikan Ibas, ketika menggelar audiensi dengan ilustrator Indonesia, dengan topik “Garis, Warna, dan Imajinasi: Dunia Ilustrator Kekinian” di Gedung MPR RI, Kamis (13/3/2025).

Menurutnya, dunia ilustrasi atau seni karya memiliki tantangan-tantangan, yang harus kita jawab bersama-sama. Seperti persaingan global yang ketat. 

"Bayangkan saja betapa banyaknya ilustrator, baik dalam negeri maupun global lainnya yang belum berkesempatan hadir di ruangan ini, yang juga menjadi pesaing dan juga mitra kolaborasi kalian,” kata Ibas.

Tak hanya persaingan global, tantangan lainnya juga ada kontroversi NFT. 

Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Kamis 13 Maret, Hadir Di Metropolitan Mall Cileungsi

“Kita juga dengar dan mengantisipasi adanya NFT (non-fungible token) yang juga digital kreasi seni yang hari ini menjadi kontroversi. Tapi, itu juga tergantung dari sisi mana kita melihat," ujar Ibas.

Tantangan lain yang disampaikan Ibas adalah mulai dari keterbatasan infrastruktur dan akses terhadap sumber daya. “Apakah itu internet, perangkat keras dan lunak yang terbatas, hingga adanya peran Artificial Intelligence (AI)," ujarnya.

Kemudian ada juga tantangan keterbatasan dalam pendidikan dan pengembangan karir, kurangnya sekolah seni dan pelatihan kreatif.

Pada acara audiensi ini, Ibas bersama MPR RI dan Fraksi Partai Demokrat hadir untuk mendengar, berdiskusi, dan turut berfikir agar tantangan tersebut dapat diatasi bersama. 

“Misalkan mengenai dorongan untuk meningkatkan akses platform digital seperti Instagram, Behance, Dribbble, dan Etsy. Yang memungkinkan ilustrator untuk memamerkan karya mereka ke pasar internasional,” ujar Ibas. 

Kedua, perlu juga dorongan meningkatkan pendidikan dan pelatihan kursus, inkubasi bagi jurusan ilmu ilustrasi berbasis industri. Ketiga adalah peningkatan kesadaran hak cipta dan perlindungan karya. 

Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Kamis 6 Maret, Hadir Di Metropolitan Mall Cileungsi

“Termasuk kontrak kerja sama, cara registrasi, kontrak kerja, pengawasan, hukum, dan perlindungan,” kata Ibas. 

Keempat, mengenai peningkatan supporting komunitas dan pemberian apresiasi “People to people, community contact.” 

Kelima mengenai pendanaan. “Pendanaan, insentif, serta sistem perpajakan yang tepat. Dana pengembangan dan pembinaan usaha ilustrasi, disesuaikan kebutuhan," ucap Ibas.

"Dan Alhamdulillah kita ketahui untuk UMKM per hari ini masih mendapatkan bunga atau pajak yang relatif rendah 0,5.persen dengan omzet 500 juta ke bawah dan seterusnya. Itu juga bisa digunakan, diklaim supaya kalian bisa tetap tumbuh dan bahkan bisa lebih berkembang,” tambah Ibas. 

Ibas kemudian menyampaikan harapan besarnya, agar industri ilustrasi bisa terus tumbuh, seperti negara-negara maju yang telah berhasil membuat ekosistem ilustrator berkembang. 

“Seperti di Amerika ekosistem mereka sudah matang pendapatan rerata 40.000 hingga 70.000 USD. Kemudian di Jepang industri manga dan anime mendominasi menjadikan Ilustrator sukses mendunia setiap saat,” papar Ibas. 

Baca juga : Ibas Sebut Kesejahteraan Dosen Dan Tunjangan Kinerja Itu Penting

Selain dua negara itu, Ibas juga menyebut Korea Selatan yang berhasil mengembangkan platform  seperti naver webtoon dan kakaopage. Oleh karena itu, dengan semangat kolaborasi Ibas berharap seluruh ilustrator bisa terus berkarya dan mendapat dukungan maksimal. 

“Terus berkarya, kompak, saling menguatkan. Menjaga warisan intelektual dan komunikasi budaya bangsa dalam bingkai Kebhinekaan Tunggal Ika untuk kemajuan Ibu Pertiwi dan menjadi inspirasi antar generasi bangsa,” pungkasnya.

Faza Ibnu Ubaidillah, pencipta seri komik terkenal ‘Si Juki’ turut hadir dalam acara, menyampaikan aspirasinya.

“Semakin ke sini, kreator semakin hebat, dan mudah mengakses informasi dibanding jaman dahulu. Secara mandiri, kami sudah sangat terbuka, tinggal bagaimana peran pemerintah untuk mendukung lebih optimal," tuturnya. 

Acara ini dihadiri oleh banyak ilustrator muda Indonesia yang berbakat dan berprestasi. Beberapa di antaranya Emannuelle Elizabeth, Erika Richardo, Faza Ibnu Ubaidillah, Dinda Puspitasari, Yessi Mullianawati, Uti Nilam, dan banyak lagi. 

Hadir pula Anggota FPD DPR RI Marwan Cik Asan, Rizki Natakusumah, Rinto Subekti, dan Wastam.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.