Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jelang Puncak Haji, Komisi VIII Imbau Jemaah Persiapkan Diri Secara Maksimal
Selasa, 3 Juni 2025 13:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jutaan jamaah haji dari seluruh dunia saat ini bersiap melakukan puncak haji di Arafah, Muzdalifa, dan Mina (Armuzna).
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) An’im Falachudin meminta jamaah untuk mempersiapkan diri secara maksimal.
Jemaah haji Indonesia diperkirakan akan bergerak dari Mekkah ke Arafah mulai Rabu (4/6/2025) pukul 07.00 waktu Arab Saudi, dengan keberangkatan terakhir paling lambat pukul 00.00 pada Kamis (5/6/2025).
Mereka akan menjalani rangkaian wukuf, mabit, hingga lempar jumroh. “Waktu keberangkatan untuk melaksanakan puncak haji sudah sangat dekat. Saya himbau seluruh jemaah Indonesia mempersiapkan dengan baik, terutama kebutuhan selama sekitar lima hari di Armuzna,” ujar An’im Falachudin, Selasa, (3/6/2025).
Baca juga : Siapkan Fisik untuk Puncak Haji, Jemaah Lansia Rutin Senam dan Jalan Kaki
Kiai An’im-sapaan akrab An’im Falachudin- juga mengingatkan jemaah agar tidak membawa barang berlebih, cukup sesuai kebutuhan pribadi.
Jemaah disarankan membawa obat-obatan pribadi, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit tertentu, sebagai antisipasi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi di puncak haji.
“Cuaca di sana diperkirakan sangat panas, berpotensi menyebabkan batuk, demam, dan radang tenggorokan. Sebaiknya jemaah membawa obat-obatan sebelum keberangkatan,” tambahnya.
Kiai An’im mengingatkan pentingnya mengikuti aturan, terutama terkait jadwal masuk kawasan Armuzna dan saat melakukan lempar jumroh.
Baca juga : Jelang Puncak Haji: Jalan ke Makkah Disekat, Akses Ka’bah Dijaga Askar
“Jangan memisahkan diri dari rombongan agar tetap terpantau pergerakannya. Untuk jemaah lansia, pendampingan harus dilakukan secara ketat,” katanya.
Ia juga meminta petugas haji agar sigap dan cepat dalam mengawal proses keberangkatan, termasuk melakukan pengecekan tenda di Arafah dan Mina sebelum pergerakan.
“Ini penting untuk memastikan tidak ada jemaah tertinggal, misalnya karena tertinggal di toilet. Kerja sama dari petugas sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Tahun ini, sekitar 67.000 peserta mengikuti skema Murur, yang memungkinkan mereka tinggal di bus saat bermalam di Muzdalifah tanpa turun ke tanah, termasuk jemaah lansia, peserta risiko tinggi, obesitas, dan pendamping sukarela.
Baca juga : Jelang 40 Tahun, MSIG Life Komit Perkuat Finansial Keluarga Indonesia
Mereka langsung bergerak dari Muzdalifah ke Mina tanpa menginap di tenda, dan mendapatkan akomodasi serta konsumsi di hotel sesuai skema Tanazul, yang diikuti oleh 37.000 peserta.
“Kami berharap seluruh rangkaian puncak haji berjalan lancar dan penuh hikmah, serta seluruh jemaah dalam kondisi sehat selama di Armuzna,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya