Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Senator PBD Paul Sayangkan Isu Kerusakan Lingkungan di Pulau Gag
Minggu, 8 Juni 2025 14:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Isu kerusakan lingkungan di Raja Ampat, bukan berasal dari operasi PT Gag Nikel di Pulau Gag, melainkan dari dua perusahaan pemegang izin tambang baru di kawasan suaka alam perairan.
Hal itu diungkapkan Anggota DPD asal Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor. Paul menegaskan, bahwa sorotan seharusnya tertuju pada PT Mulia Raymond Perkasa di Pulau Manyefun dan Batang Pele, serta PT Anugerah Pertiwi Indotama di Kepulauan Paam.
“Kunjungan Menteri ESDM ke Pulau Gag salah sasaran. Izin baru yang menimbulkan protes masyarakat justru berada di Manyefun, Batang Pele, dan Paam,” ujar Paul dikutip Minggu (8/6/2025).
Baca juga : PDC Salurkan 26 Hewan Kurban di Seluruh Wilayah Operasional
Menurutnya, kedua perusahaan ini mendapatkan IUP tanpa kajian publik yang memadai, memicu kekhawatiran akan kerusakan terumbu karang dan gangguan pada ekosistem laut.
Berdasarkan peta wilayah, Batang Pele dan Manyefun hanya berjarak sekitar 29 km dari ikon wisata Pianemo. Jarak pendek ini mengancam keberlanjutan pariwisata yang menjadi tumpuan ekonomi lokal.
Di lapangan, pemandu wisata Patrick Nathanael Lintamoni menambahkan Pulau Yevnabi cleaning station ikan pari manta dan habitat bayi manta serta paus sperma hanya 15 km dari Batang Pele.
Baca juga : Selangkah Lagi, Garuda Tampil di Piala Dunia
Dia mendesak Pemerintah memastikan perlindungan habitat dan kelestarian geopark, bukan sekadar mengalihkan perhatian ke Pulau Gag.
“Kondisi lima pulau suaka alam Manyefun, Waisilip, Bianci, Mutus, dan Nyos Manggara masih terjaga, tapi siapa yang menjamin kalau tambang mulai bergerak?,” ujar Patrick.
Raja Ampat menyandang status UNESCO Global Geopark dan Kawasan Konservasi Perairan Nasional, dengan 70 % spesies karang dunia berada di kawasan ini. Masyarakat berharap Kementerian ESDM segera meninjau ulang IUP PT Mulia Raymond Perkasa dan PT Anugerah Pertiwi Indotama demi menjamin pariwisata berkelanjutan dan perlindungan lingkungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya