Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
DPR Usul Perkuat Konseling di Puskesmas dan Sekolah Cegah Bunuh Diri Anak
Senin, 16 Maret 2026 12:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Meningkatnya kasus bunuh diri pada anak di Indonesia mendorong perhatian serius berbagai pihak. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Golkar, Heru Tjahjono, mengusulkan penguatan layanan konseling di puskesmas dan sekolah sebagai langkah pencegahan dini terhadap masalah kesehatan mental anak.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi pengasuhan positif bagi keluarga. Menurutnya, pencegahan bunuh diri pada anak harus difokuskan pada penguatan integrasi sosial untuk mengurangi isolasi, tekanan lingkungan, serta stigma terhadap masalah kesehatan mental.
“Strategi utamanya meliputi penguatan dukungan keluarga dan sekolah, membangun relasi suportif dengan orang dewasa yang dipercaya, menghapus stigma, serta menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif,” ujar Heru Tjahjono dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).
Baca juga : DJP Perkuat Intelijen Pajak untuk Cegah Kebocoran Penerimaan Negara
Heru menilai, puskesmas sebagai fasilitas kesehatan terdekat memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan masalah kesehatan mental pada anak.
Ia mengusulkan agar pemerintah menambah tenaga konselor di puskesmas dan sekolah serta memperluas program skrining kesehatan jiwa bagi anak dan remaja.
“Kementerian Kesehatan perlu memperluas skrining kesehatan jiwa bagi anak dan remaja serta mendorong deteksi dini terhadap perundungan dan tekanan psikologis di lingkungan sekolah,” katanya.
Baca juga : LPS Perkuat Transparansi, Dana Konvensional dan Syariah Kini Dipisah
Selain itu, Heru juga mendorong pemerintah menyiapkan hotline krisis kesehatan jiwa serta menambah jumlah psikolog klinis di puskesmas dan sekolah, terutama untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pengasuhan positif serta perlindungan terhadap anak dari kekerasan yang sering menjadi pemicu depresi.
Heru juga menyoroti faktor ekonomi yang dapat memicu tekanan psikologis pada anak. Ia meminta pemerintah memastikan bantuan sosial diberikan secara merata kepada keluarga kurang mampu.
Baca juga : Riset Sosiologi: MBG Perkuat Solidaritas dan Semangat Belajar Siswa
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengurangi tekanan ekonomi yang berdampak pada kondisi psikologis anak.
“Strategi ini bertujuan menurunkan angka kasus bunuh diri dengan memperbaiki sistem perlindungan anak sekaligus mempercepat akses bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegas Heru Tjahjono, mantan Bupati Kabupaten Tulungagung selama dua periode.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya