Dark/Light Mode

Senator Lia Raih Penghargaan Sebagai Tokoh Politik Idola Gen Z

Senin, 3 Agustus 2026 07:48 WIB
Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama. Foto: DPD RI
Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama. Foto: DPD RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia politik identik dengan kesan kaku dan jarak yang membentang jauh dari anak muda. Namun, citra itu runtuh saat nama Dr. Lia Istifhama, muncul di atas panggung.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur ini membuktikan bahwa politik bisa dikemas inklusif, merakyat, dan relevan dengan gaya hidup generasi muda.

Puncaknya, dalam gelaran bergengsi Radar Surabaya Award 2026 di Hotel Vasa Surabaya, Kamis (30/7/2026) lalu, sosok yang akrab disapa Ning Lia ini resmi dianugerahi penghargaan sebagai "Politisi Idola Gen Z".

Apresiasi tersebut disaksikan langsung oleh deretan pejabat nasional dan jajaran kepala daerah di Jawa Timur. Lantas, apa yang membuat senator perempuan berprestasi ini begitu digandrungi oleh Generasi Z?

Gelar akademis yang mumpuni dan posisinya di Senayan tak lantas membuat Ning Lia tinggi hati. Ning Lia pernah mengeyam tiga kuliah S1 sekaligus yakni di Universitas Airlangga Prodi Sosiologi, Prodi Sosiologi Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) dan STAI Taruna kemudian melanjutkan Magister Ekonomi Islam (MEI) di UINSA dan program doctor di UINSA.

Selain dunia akademisi, rahasia utamanya melekat di hati anak muda adalah keberaniannya untuk "mudun ngisor" (turun ke bawah). Ia tak hanya hadir dalam seminar formal di kampus-kampus megah, tetapi juga konsisten menyapa, duduk melingkar, dan berdiskusi langsung dengan beragam organisasi kepemudaan. Dari HMI, PMII, GMNI, GMNI, IPPNU, KOPRI, hingga komunitas akar rumput lainnya.

Baca juga : Golkar Jatim Prioritaskan Peran Anak Muda Dalam Kepengurusan

Bagi Ning Lia, Gen Z bukan sekadar komoditas suara politik, melainkan mitra strategis untuk membangun bangsa. "Anak muda butuh dirangkul dan didengar, bukan sekadar digurui. Energi kritis Gen Z adalah bahan bakar terbaik untuk perubahan," tegasnya.

Lahir sebagai putri dari tokoh legendaris Nahdliyyin, KH. Masykur Hasyim, nilai-nilai pendidikan dan pengabdian telah mendarah daging dalam diri Ning Lia. Di Senayan, ia dikenal sebagai sosok yang vokal dan tidak main-main dalam mengawal kebijakan pro-rakyat.

Sejumlah program strategis yang menjadi fokus perjuangannya meliputi mulai penguatan Generasi Muda. Keunikan Ning Lia yang jarang dimiliki politisi lain adalah kemampuannya meleburkan politik, seni, dan budaya. Ia bukan hanya seorang legislator, melainkan juga seorang motivator & Pembicara Internasional: Mampu menginspirasi ribuan pasang mata lewat gagasan cerdas dan humanis.

Ning Lia juga menjadi penulis aktif yang menuangkan pemikiran kritisnya dalam tulisan yang mencerahkan. Ning Lia mengajak Gen Z tetap bangga pada identitas dan akar budaya bangsa.

Fenomena hadirnya Ning Lia Istifhama memberi angin segar di tengah skeptisisme anak muda terhadap dunia politik. Kepemimpinannya yang berdedikasi, serba bisa, dan penuh empati berhasil membuktikan bahwa politisi bisa menjadi sosok yang menginspirasi, keren, dan merakyat sekaligus.

Direktur Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), Nanang Haromain, menilai munculnya nama Lia Istifhama merupakan sebuah anomali yang positif dalam dunia politik di Indonesia memang sangat menarik.

Baca juga : KPK Tahan Anggota DPRD Jatim Moch. Mahrus Ali

Berdasarkan survei ARCI terkait persepsi pemilih pemula, Lia berhasil menempatkan dirinya di posisi strategis.

"Nah, ini menarik. Di tengah survei yang dilakukan oleh ARCI kemarin dalam memandang anak muda Jawa Timur untuk membaca persepsi politik di Jawa Timur, Lia ini muncul sejajar dengan tokoh-tokoh politik yang sudah lama beredar," ungkap Nanang.

Lebih lanjut, Nanang menegaskan bahwa tingginya penerimaan masyarakat terhadap Lia menjadi catatan penting, mengingat ia tidak menduduki jabatan eksekutif saat ini.

"Lia ini bukan figur petahana, tapi mempunyai tingkat preferensi yang cukup tinggi di kalangan anak muda Jawa Timur. Dia sejajar dengan tokoh kepala daerah, bupati, walikota, dan juga bahkan wakil gubernur," jelasnya.

Popularitas dan tingkat elektabilitas tersebut dinilai bukan hasil dari popularitas yang instan. Lia memiliki modal sosial dan rekam jejak politik yang terukur di masyarakat.

"Lia ini bukan tokoh instan yang muncul karena momentum besar. Prosesnya panjang. Kita pernah ingat dia pernah menjadi peraih suara terbanyak di tingkat DPD. Dia seorang aktivis, seorang akademisi, dan juga komunikator publik," papar Nanang.

Baca juga : Bangun Basis Suara Di Sidoarjo, PSI Jatim Bidik Posisi 4 Besar Pemilu 2029

Ia menilai latar belakang yang komprehensif tersebut menjadi instrumen yang sangat efektif untuk menarik simpati generasi muda. Selain rekam jejak, faktor kunci lain yang membuat nama Lia Istifhama mencuat adalah adaptasinya terhadap era kampanye modern.

Menurut Nanang, kemampuan Lia mengelola persepsi di dunia maya memberikan keuntungan elektoral yang signifikan.

"Ning Lia juga menguasai ruang digital, yang hari ini kalau bicara politik digital, siapa yang menguasai ruang ini akan lebih berpeluang untuk masuk di persepsi publik dari sisi positifnya politik," pungkas Nanang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.