Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Lahirkan Juara Baru
Kamis, 27 Agustus 2026 08:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - SMAN 2 Katingan Kuala, Kalimantan Tengah, berhasil keluar sebagai juara pertama Grand Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Nasional yang berlangsung di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Dalam babak final, SMAN 2 Katingan Kuala tampil gemilang dan berhasil mengungguli SMAN 8 Jakarta Selatan, DKI Jakarta, yang menempati posisi kedua. Sementara SMAN 1 Tanjung Selor, Kalimantan Utara, meraih juara ketiga dan SMAN 2 Bogor, Jawa Barat, berada di peringkat keempat.
Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 dihadiri Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Abraham Liyanto, Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Hoeruddin Amin dan Hasan Basri, Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi Setjen MPR RI Heri Herawan, serta jajaran pejabat eselon II di lingkungan Setjen MPR RI.
Keberhasilan SMAN 2 Katingan Kuala menjadi juara terasa semakin istimewa karena tim asal Kalimantan Tengah itu harus menjalani babak final dengan sembilan peserta.
Salah seorang anggota tim, Abdul Malik, tidak dapat mengikuti perlombaan setelah mengalami kejang dan harus mendapatkan perawatan di Poliklinik MPR RI.
Baca juga : Anggota MPR Nurwayah: LCC Empat Pilar MPR Beri Ruang Generasi Muda
Meski tidak dapat bertanding, Abdul Malik tetap berusaha mengikuti perjuangan teman-temannya melalui siaran langsung di YouTube dari tempat tidurnya di Poliklinik MPR RI. Ia bahkan memaksakan diri hadir menggunakan kursi roda saat penyerahan hadiah.
Raut haru terlihat jelas dari wajah Abdul Malik ketika menyaksikan keberhasilan sekolahnya meraih juara pertama. Ia tak kuasa menahan air mata di tengah dorongan dan semangat yang diberikan teman-temannya.
“Saya sempat deg-degan, bangga, dan merasa bersalah karena hanya bisa menyaksikan siaran langsung perjuangan teman-teman di final melalui YouTube dari tempat tidur di Poliklinik MPR. Tetapi sepanjang lomba saya juga mendoakan agar teman-teman mampu mencapai hasil terbaik,” ungkap Abdul Malik.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dokter dan paramedis Poliklinik MPR RI yang telah memberikan pertolongan dan penanganan ketika dirinya mengalami kejang.
“Terima kasih kepada semua pihak di bagian kesehatan Poliklinik MPR. Mereka telah bekerja dengan baik sehingga kondisi saya semakin membaik,” ujar Abdul Malik.
Baca juga : Dwita Ria Gunadi: LCC Empat Pilar MPR Bekal Generasi Muda Hadapi Era Digital
Sementara itu, guru pembimbing SMAN 2 Katingan Kuala, Indah Fitriani, S.Pd., mengaku tidak pernah membayangkan anak didiknya mampu menjadi juara pertama. Target tertinggi yang semula mereka bayangkan hanyalah dapat kembali tampil di babak final setelah pada LCC tahun 2025 mereka juga berhasil mencapai tingkat nasional.
“Tahun 2025 kami juga bermain hingga ke tingkat nasional, tetapi kalah. Kali ini kami berharap bisa sampai final, namun tidak terbayang akan menjadi juara. Maklum, kami berasal dari sekolah kecil yang ada di pelosok desa,” ungkap Indah.
Menurut Indah, kondisi tim yang harus tampil dengan sembilan peserta sempat menjadi tantangan tersendiri. Untuk menjaga mental dan semangat anak didiknya, ia terus memberikan motivasi bahwa jumlah peserta bukanlah penentu kemenangan.
“Saya sampaikan kepada anak-anak, jangan menyerah meskipun jumlahnya tidak sama. Terus berjuang karena pada sesi rebutan, setiap orang bisa memberikan kontribusi besar untuk menang,” ujarnya.
Indah menambahkan, keberhasilan SMAN 2 Katingan Kuala tidak lepas dari dukungan pihak sekolah dan seluruh orang tua siswa. Dukungan tersebut diberikan dalam berbagai bentuk, termasuk doa dan motivasi agar para siswa mampu memberikan penampilan terbaik.
Baca juga : LCC Empat Pilar MPR RI Latih Siswa Berpikir, Berinovasi, Dan Memaknai Pancasila
Perjalanan SMAN 2 Katingan Kuala menuju juara juga berlangsung penuh ketegangan. Pada dua sesi awal babak final, tim Kalimantan Tengah itu masih berada di peringkat ketiga, di bawah SMAN 8 Jakarta Selatan dan SMAN 1 Tanjung Selor.
Kebangkitan SMAN 2 Katingan Kuala terjadi pada sesi ketiga, yakni sesi rebutan. Secara perlahan, mereka mampu mendulang poin dan mengejar perolehan nilai SMAN 8 Jakarta Selatan. Di saat bersamaan, kesalahan yang dilakukan SMAN 8 Jakarta Selatan membuat perolehan nilainya terus berkurang.
Melihat peluang tersebut, para peserta SMAN 2 Katingan Kuala tampil semakin tenang. Mereka tidak terburu-buru dalam menjawab pertanyaan dan mampu memanfaatkan kesempatan untuk menambah poin.
Sementara itu, peserta dari tim lain secara bergantian melakukan kesalahan yang berujung pada pengurangan nilai. Babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 berlangsung alot selama lebih dari dua jam. Durasi lomba menjadi lebih panjang akibat kendala teknis pada bel salah satu peserta yang menyebabkan perlombaan beberapa kali dihentikan untuk dilakukan perbaikan.
Selain kendala teknis, sejumlah protes dari peserta juga sempat mewarnai jalannya pertandingan. Namun, seluruh persoalan yang muncul dapat diselesaikan dan diberikan penjelasan oleh tim juri sehingga perlombaan kembali dilanjutkan hingga menghasilkan SMAN 2 Katingan Kuala sebagai juara pertama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya