Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Antrean BBM Makassar Mencair, DPR Pastikan Stok Nasional Aman
Rabu, 16 September 2026 11:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR Fraksi Partai Gerindra Ramson Siagian memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dengan ketahanan rata-rata sekitar 17-18 hari.
Menurut Ramson, kelangkaan dan antrean panjang BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar, Sulawesi Selatan, lebih berkaitan dengan gangguan distribusi dan lonjakan permintaan terhadap jenis BBM tertentu.
“Stok rata-ratanya bisa berkurang mungkin jadi beberapa hari, tetapi untuk di Makassar memang kemarin dan kemarin dulu mengalami masalah. Tapi hari ini sudah membaik, karena juga sudah merapat kapal yang membawa BBM di Makassar untuk region di sana,” ujar Ramson kepada Parlementaria di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Ramson mengatakan, telah menghubungi langsung Direktur Pertamina Patra Niaga yang membidangi BBM untuk memastikan kondisi pasokan di Makassar.
Ia menjelaskan, keterlambatan kapal pengangkut BBM menjadi salah satu faktor yang menyebabkan stok di sejumlah titik distribusi sempat menipis. Kondisi di Makassar mulai membaik setelah kapal pembawa pasokan BBM merapat di pelabuhan setempat.
Baca juga : Masyarakat Tak Perlu Khawatir, BBM Kita Aman, Tidak Langka
Selain gangguan distribusi, Ramson menyebut, terjadi peralihan konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, ke Pertalite setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan mengikuti mekanisme pasar global.
Lonjakan permintaan secara tiba-tiba di sejumlah SPBU membuat stok Pertalite lebih cepat terkuras sebelum pasokan berikutnya tiba.
Karena itu, Ramson mendorong BPH Migas memperketat pengawasan penyaluran Pertalite bersama Pertamina agar BBM bersubsidi tersebut tepat sasaran.
“BPH Migas juga harus lebih ketat mengontrol langsung di lapangan agar SPBU-SPBU itu bisa menjaga agar Pertalite itu jangan untuk kendaraan-kendaraan bermotor yang memang bukan levelnya Pertalite,” katanya.
Ia mengatakan, pengawasan juga perlu memperhatikan kemampuan ekonomi konsumen dan kapasitas mesin kendaraan.
Baca juga : Antrean BBM Makassar Disorot, Golkar Dukung Polisi Tindak Tegas Penimbun
Ramson meminta, Pertamina Patra Niaga mempercepat pengelolaan armada transporter menuju SPBU yang mengalami penipisan stok.
Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat yang mampu untuk tetap menggunakan BBM nonsubsidi dan tidak beralih ke Pertalite ketika harga Pertamax meningkat.
“Kalau ada kenaikan Pertamax, yang tidak berhak secara moral untuk membeli Pertalite, jangan beli Pertalite. Tetap saja bertahan di Pertamax,” ujarnya.
Ramson juga memastikan ketersediaan Bio Solar B40 dalam kondisi aman. Menurut dia, produksi kelapa sawit nasional sekitar 58 juta ton per tahun masih mencukupi kebutuhan bahan baku fatty acid methyl ester (FAME) yang disebutnya sekitar 20 juta ton untuk campuran biodiesel.
Dengan demikian, menurut Ramson, persoalan di lapangan lebih berkaitan dengan kecepatan distribusi BBM ke SPBU.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Pasokan BBM dan Layanan SPBU di Makassar
Ia turut menyoroti kondisi struktural sektor minyak nasional, yakni lifting minyak mentah sekitar 600 ribu barel per hari yang masih berada di bawah konsumsi domestik sekitar 1,5 juta barel per hari.
Menurutnya, kondisi tersebut turut membuat harga BBM nonsubsidi domestik mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.
Sebelumnya, kelangkaan BBM di Makassar berdampak pada sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar, termasuk penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi serta pembelajaran daring dan kerja dari rumah bagi ASN.
Komisi XII DPR menyatakan telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas untuk memastikan kelancaran distribusi BBM di wilayah terdampak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya