Dark/Light Mode

Berapa Pun Harga Minyak Dunia

Masyarakat Tak Perlu Khawatir, BBM Kita Aman, Tidak Langka

Rabu, 16 September 2026 07:50 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan materi saat acara Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026). (Foto: Qori/RM.id)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan materi saat acara Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026). (Foto: Qori/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memanasnya konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia kembali mendidih. Meski demikian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan, harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Stok BBM juga aman.

“Untuk harga BBM subsidi sampai 31 Desember 2026, berapa pun harganya di dunia, tidak akan kita naikkan,” tegas Bahlil saat memberikan key note speech pada ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (INTECHSEA) 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Bahlil mengatakan, harga minyak mentah saat ini telah mencapai sekitar 106 dolar AS per barel. Harga tersebut jauh di atas asumsi harga minyak mentah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 70 dolar AS per barel.

Menurut dia, secara rata-rata nasional, harga minyak mentah sejak Januari hingga September 2026 berada di kisaran 85-90 dolar AS per barel. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah.

Di tengah gejolak geopolitik di Timur Tengah, pemerintah juga terus mencari sumber pasokan minyak mentah alternatif. Pasokan tidak hanya mengandalkan kawasan Timur Tengah, tetapi juga dari sejumlah negara lain, termasuk negara-negara di Afrika seperti Angola.

Bahlil mengatakan, pemerintah telah memperoleh pasokan minyak mentah dari sejumlah negara, termasuk Rusia. Pertimbangan utama dalam mencari sumber minyak adalah memastikan ketersediaan pasokan dengan harga yang kompetitif.

Baca juga : Purbaya: Mancing Ikan Di Belakang Rumah

Menurut Bahlil, stabilitas harga BBM menjadi perhatian utama karena menyangkut kebutuhan masyarakat luas. Oleh karena itu, pemerintah berupaya merumuskan kebijakan agar gejolak harga minyak global tidak langsung membebani masyarakat.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 1,24 dolar AS atau 1,18 persen menjadi 106,93 dolar AS per barel pada pukul 07.26 WIB. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,29 dolar AS atau 1,24 persen menjadi 102,65 dolar AS per barel.

Antrean Di Makassar Bukan Karena Langka

Terkait antrean BBM di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam beberapa hari terakhir, Bahlil mengatakan kondisi tersebut bukan disebabkan krisis atau kelangkaan. Antrean terjadi karena sebagian konsumen BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi serta adanya dugaan penyalahgunaan.

Bahlil memastikan, cadangan BBM nasional masih aman dan berada di atas standar minimum, yakni sekitar 20 hari. Menurut dia, kenaikan harga BBM nonsubsidi mendorong sebagian konsumen beralih menggunakan BBM subsidi.

“Ini karena harganya (BBM nonsubsidi) melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar,” ujar Bahlil.

Selain peralihan konsumen, Bahlil menduga, antrean diperparah oleh penyalahgunaan BBM subsidi. Dia menyebut menemukan kendaraan yang dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar, bahkan mencapai 700 liter hingga satu ton.

Baca juga : Kepala BGN Bolehkan Sekolah Tolak MBG

“Ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk, bikin tangki gede, besar, sampai 700 liter, 1 ton, isi minyak di situ,” katanya.

Bahlil juga menyebut ada kendaraan yang kembali mengantre meski tangkinya belum kosong. Kondisi tersebut diperparah oleh isu kelangkaan yang memicu panic buying.

Untuk mencegah penyalahgunaan, Bahlil berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, dan kepolisian untuk mengurai antrean. “Alhamdulillah sekarang sudah mulai terurai,” katanya.

Bahlil mengimbau, masyarakat mampu yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi agar tetap menggunakan produk tersebut.

“Yang mobilnya bagus, ya kita harus pakai perasaan lah. Masak kita harus ambil hak subsidi untuk saudara-saudara kita yang berhak,” tegasnya.

Antrean pembelian BBM di sejumlah SPBU di Makassar mulai terurai pada Selasa (15/9/2026). Sejumlah kendaraan tampak tidak lagi mengular untuk membeli BBM.

Baca juga : Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan Ke Pengadilan

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat pelayanan di sejumlah SPBU di Makassar dengan menambah jam operasional, pasokan BBM, nozzle, dan operator, serta membuka Outlet Satgas Pelayanan BBM.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pelayanan dan memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.

“Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir,” ujar Deny.

Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri melalui Satgas Gabungan untuk mengatur antrean, memantau distribusi, serta memastikan penyaluran BBM tepat sasaran.

“Kami melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar saat ini sudah berangsur membaik, dengan layanan yang semakin normal,” katanya.

Sebelumnya, untuk mengurai antrean, Pemprov Sulsel memberlakukan sistem pengisian BBM bersubsidi berdasarkan pelat nomor ganjil-genap pada 13-20 September 2026. Polda Sulsel juga memperkuat pengamanan, pengawasan distribusi, dan penindakan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi. [BYU/MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.