Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Legislasi Harus Berdampak Nyata
Ibas juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi dan implementasi kebijakan terkait narkoba. Menurutnya, legislasi tidak boleh berhenti sebagai tulisan di atas kertas.
“Legislasi itu bukan hanya ukuran kertas dan tulisan-tulisan yang menggugah pikiran kita. Tapi selanjutnya bagaimana kita mengimplementasi, bagaimana kita membuat agar aturan tersebut menjadi impactful, agar aturan tersebut bisa kita rasakan kehadirannya,” tegasnya.
Karena itu, kebijakan pemberantasan narkoba harus terus dievaluasi dan diperkuat agar mampu menjawab perkembangan modus peredaran narkotika.
Ibas juga menilai dukungan terhadap aparat penegak hukum, pengawasan perbatasan, penguatan kelembagaan, pencegahan, pembinaan, dan rehabilitasi harus berjalan secara berkelanjutan.
Pencegahan dan Pemberantasan Harus Berjalan Bersama
Pesan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat yang hadir dalam audiensi. Hinca Panjaitan menilai pemberantasan narkoba merupakan pekerjaan yang tidak pernah selesai dan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Baca juga : Menuju Indonesia Emas 2045, Wamen Fajar Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Unggul
Dia mendorong agar gerakan anak muda tidak berhenti sebagai pelopor anti narkoba, tetapi juga mengambil peran lebih konkret dalam melawan peredaran dan jaringan bandar narkoba.
Sementara itu, Irjen Pol. (Purn) Drs. Frederik Kalalembang menekankan pentingnya memperkuat pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, regulasi yang ada perlu diiringi dengan sosialisasi yang nyata, termasuk memberikan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaan narkoba serta memperkuat peran keluarga dalam proses pemulihan.
Senada, H. Teuku Ibrahim menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih langsung kepada masyarakat, khususnya sekolah, orang tua, dan lingkungan anak muda.
Dia menilai pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan retorika, tetapi membutuhkan kehadiran di lapangan, sosialisasi yang konsisten, serta kolaborasi untuk mencegah anak-anak dan generasi muda terjerumus sejak dini.
Ketiganya juga menyatakan keterbukaan untuk memperkuat kolaborasi dengan KIPAN, GRANAT, dan komunitas anti narkoba lainnya dalam memperluas edukasi dan pencegahan di masyarakat.
Mereka yang Terjerumus Masih Punya Masa Depan
Baca juga : Kunjungi PLTA Ngebel, Ibas Dorong Kemandirian Energi Daerah
Dalam tanggapannya, Ibas juga menyampaikan bahwa masyarakat atau generasi muda yang pernah terjerumus narkoba tidak boleh kehilangan kesempatan untuk pulih dan bangkit.
“Tidak semua masyarakat yang terjerumus ataupun generasi muda kita yang terjerumus itu adalah mereka yang tersesat. Mereka juga bisa pulih. Mereka juga bisa bangkit. Bahkan mereka bisa menjadi penggerak,” ujarnya.
Menurut Ibas, pemberantasan harus tegas terhadap jaringan kejahatan narkoba, sementara masyarakat yang membutuhkan pertolongan harus mendapatkan pembinaan dan ruang pemulihan.
Dengan pendekatan tersebut, gerakan anti narkoba tidak hanya berbicara tentang penindakan, tetapi juga tentang menyelamatkan manusia dan masa depan generasi bangsa.
Satu Pemuda Bergerak, Satu Generasi Terselamatkan
Ibas menutup pertemuan dengan mengajak generasi muda untuk tidak menjadi penonton. “Satu pemuda bergerak bisa menyelamatkan satu generasi,” ujarnya.
Ia mengajak KIPAN Indonesia, GRANAT Indonesia, para duta anti narkoba, komunitas pemuda, orang tua, sekolah, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus bersuara, bergerak, merangkul, dan menjadi teladan.
Baca juga : Sosialisasi BPJS Kesehatan Di Ngawi, Ibas Tekankan Kesehatan Investasi Utama
“Bergeraklah karena dirimu dan diammu adalah pembiaran bagi kehancuran generasi muda kita. Ayo bersuara, ayo bergerak, ayo merangkul, menjadi teladan,” pesannya.
Bagi Wakil Ketua MPR RI tersebut, membangun Indonesia Emas berarti mempersiapkan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, produktif, dan mampu menciptakan peluang.
Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya dijauhkan dari narkoba. Mereka harus diberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, berprestasi, dan menjadi penggerak kemajuan bangsa.
“Pemuda keren itu bukan karena berani mencoba zat berbahaya, tapi karena berani berkata tidak,” ujar Ibas.
Dalam kesempatan tersebut, KIPAN Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas penerimaan Fraksi Partai Demokrat terhadap aspirasi yang dibawa dalam audiensi.
Perwakilan KIPAN menilai pertemuan bersama Ibas dan jajaran Fraksi Demokrat menjadi ruang penting untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam memperkuat gerakan anti narkoba di berbagai daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya