Dark/Light Mode

Azis Subekti Ingatkan Pentingnya Akurasi Data Pemerintah

Kamis, 1 Oktober 2026 12:21 WIB
Anggota Panitia Kerja RUU Satu Data Indonesia Badan Legislasi DPR RI Azis Subekti. Foto: DPR RI
Anggota Panitia Kerja RUU Satu Data Indonesia Badan Legislasi DPR RI Azis Subekti. Foto: DPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Panitia Kerja RUU Satu Data Indonesia Badan Legislasi DPR RI Azis Subekti mengingatkan, kekeliruan data Pemerintah bukan persoalan sepele. Data yang tidak sesuai kondisi faktual bisa membuat kebijakan negara meleset dan berdampak langsung kepada masyarakat.

“Data yang keliru dapat membuat negara mengambil keputusan dengan keyakinan penuh tentang keadaan yang sebenarnya tidak sesuai fakta,” ujar Azis dalam keterangannya, Sabtu (1/10/2026).

Ia mencontohkan keluarga dalam kondisi ekonomi sulit yang belum tercatat sebagai penerima bantuan. Persoalan data juga dapat terjadi ketika kondisi pemanfaatan lahan berbeda dengan catatan pemerintah, maupun ketika data tenaga pendidik tidak menggambarkan kebutuhan sebenarnya di sekolah.

Persoalan penggolongan desil yang belakangan dipersoalkan sejumlah warga, menurut Azis, juga memperlihatkan pentingnya sistem pembaruan dan koreksi data.

Karena itu, ia menegaskan RUU Satu Data Indonesia harus mampu memberikan jawaban terhadap persoalan tersebut. Azis mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki sumber data yang sangat besar.

Baca juga : Baleg DPR Ingin Hadirkan Badan Satu Data Nasional

Data tersebut tersebar mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga desa. Namun, banyaknya data belum tentu membuat negara memahami kondisi masyarakat secara tepat.

“Ketika definisi berbeda, pembaruan tidak berjalan, atau suatu lembaga tidak dapat menggunakan data lembaga lain, negara seolah melihat kenyataan melalui beberapa jendela yang menghadap ke arah berlainan,” tegasnya.

Menurut Azis, kebijakan publik membutuhkan data yang saling terhubung dan memiliki standar yang sama. Di sektor pangan misalnya, negara tidak cukup hanya memiliki angka produksi.

Pemerintah juga membutuhkan gambaran mengenai luas dan kondisi lahan, profil petani, distribusi, penyimpanan, hingga kebutuhan konsumsi.

Begitu juga dengan subsidi dan bantuan sosial. Data harus mampu mengikuti perubahan kondisi warga agar program negara tetap jatuh kepada sasaran yang tepat.

Baca juga : Azis: RUU Reforma Agraria Jangan Cuma Rapikan Administrasi Tanah

Azis menegaskan penyatuan data bukan berarti semua informasi pemerintah harus ditempatkan dalam satu penyimpanan. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah interoperabilitas, standar yang seragam, kejelasan produsen data, pembaruan berkala, serta mekanisme pemeriksaan kualitas data.

“Satu Data Indonesia perlu membangun bahasa bersama bagi negara,” katanya.

Ia mengingatkan interoperabilitas tidak cukup hanya membuat sistem pemerintah dapat saling bertukar informasi maupun melakukan bagi pakai data.

Perbedaan definisi mengenai istilah seperti petani, rumah tangga, atau lahan produktif tetap dapat membuat data yang sudah terhubung secara teknis menghasilkan kesimpulan kebijakan yang berbeda.

Di sisi lain, Azis menegaskan integrasi data tidak boleh mengabaikan perlindungan masyarakat. Warga harus mempunyai mekanisme untuk mengetahui, mempertanyakan, dan membetulkan data pemerintah yang memengaruhi pelayanan maupun hak mereka.

Baca juga : Azis Subekti: Reforma Agraria Jangan Hanya Bagi-bagi Tanah

“Kedaulatan data memperoleh makna ketika negara mampu menggunakan data untuk kepentingan nasional sekaligus menjaga hak orang yang tercatat di dalamnya,” ujarnya.

Azis mengatakan ukuran keberhasilan Satu Data tidak semestinya berhenti pada berapa banyak aplikasi atau sistem pemerintah yang berhasil dihubungkan.

“Negara yang memiliki banyak data belum tentu mengenal rakyatnya dengan baik. Semakin luas pengetahuan yang dimiliki negara melalui data yang dikajinya, seharusnya semakin tepat keputusan yang diambil dan semakin besar pula tanggung jawabnya kepada warga,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.