Dark/Light Mode

Ibas Minta KIP Kuliah Harus Tepat Sasaran

Jumat, 2 Oktober 2026 09:29 WIB
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat hadir di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Senin (28/9/2026). Foto: MPR RI
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat hadir di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Senin (28/9/2026). Foto: MPR RI

 Sebelumnya 
Akurasi Data Jadi Kunci

Ibas juga menyoroti pentingnya pembenahan data sosial ekonomi dalam penyaluran program pemerintah. Menurutnya, kategorisasi berdasarkan desil dapat menjadi instrumen untuk menentukan kelompok masyarakat yang berhak menerima bantuan.

Namun, data tersebut harus terus diperbarui dan divalidasi agar tidak terjadi ketidaktepatan sasaran.

“Desil satu sampai empat itu memang yang berhak. Tetapi persoalannya adalah masih ada data yang belum tervalidasi dan belum dicocokkan dengan kebutuhan di kewilayahan,” ujarnya.

Baca juga : Kunjungi Pindad, Ketua MPR Dorong Penguatan Industri Pertahanan Nasional

Menurut Ibas, persoalan tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.

“Ini tugas kita semuanya. Perlu kolaborasi, perlu sinergi. Sedikit, tetapi membawa dampak,” tegasnya.

Pendidikan Gratis Perlu Dikaji Secara Matang Dalam kesempatan tersebut, Ibas, yang merupakan lulusan Curtin University dan Nanyang Technological University (NTU), juga membuka ruang bagi gagasan perluasan pendidikan gratis, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah dan jenjang berikutnya.

Namun, ia menekankan bahwa gagasan tersebut perlu dihitung secara matang dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal negara.

Baca juga : Bersama Muzani, Ibas Resmikan Wisma MPR RI Di Bandung

“Harapan untuk pendidikan yang lebih mudah, murah, dan berkualitas adalah harapan besar bagi kita semua. Tetapi tantangannya harus kita pikirkan secara matang. Tidak boleh tergesa-gesa karena ada faktor fiskal dan anggaran yang harus dipikirkan secara berkelanjutan,” katanya.

Menurut Ibas, pemenuhan anggaran pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari besaran persentase anggaran, tetapi juga harus mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan ruang fiskal yang tersedia.

Dia berharap, seiring meningkatnya kapasitas ekonomi Indonesia, akan semakin terbuka ruang untuk memperluas akses pendidikan yang terjangkau dan berkualitas.

Bonus Demografi Harus Dijawab dengan Pendidikan

Baca juga : Ibas Ajak Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif

Ibas juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah memiliki modal besar berupa bonus demografi. Jumlah penduduk usia muda yang besar merupakan peluang sekaligus tantangan bagi masa depan bangsa.

Karena itu, bonus demografi harus diikuti dengan investasi serius pada pendidikan, kesehatan, keterampilan, dan karakter generasi muda.

“Kita surplus dari sisi jumlah penduduk muda. Tetapi surplus atau bonus itu juga harus kita sikapi. Ada banyak hal yang harus kita pikirkan: kemandirian pangan, kemandirian energi, dan kemandirian pendidikan,” ujar Ibas.

Dia menilai program beasiswa seperti KIP Kuliah maupun LPDP perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. U
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.