Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
Kekeringan Berdampak Ke 50 Ribu Ha Sawah
Komisi IV Minta Kementan Perkuat Irigasi Untuk Petani
Senin, 5 Oktober 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti data Kementerian Pertanian (Kementan) yang mencatat bahwa fenomena kekeringan telah berdampak pada sekitar 50 ribu hektare (ha) lahan sawah di Indonesia.
Anggota Komisi IV DPR Herry Dermawan meminta Pemerintah sigap mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Siapkan program pendukung ketersediaan air pasokan pertanian seperti pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan.
Sistem irigasi perpompaan dan perpipaan, kata dia, perlu memanfaatkan metode pengeboran air tanah yang disalurkan langsung menuju area persawahan. Karena masalah utama yang muncul saat ini adalah tingkat penyerapan dua program pengairan itu di lapangan yang masih tergolong sangat rendah serta belum sesuai dengan target harapan bersama.
Permasalahan penyerapan itu, lanjutnya, tidak semata-mata berkaitan dengan kesiapan Pemerintah Pusat, tapi menyangkut hubungan komunikasi dengan Pemerintah daerah. Seluruh Pemerintah kabupaten dan provinsi wajib menyampaikan kebutuhan wilayah secara aktif. “Agar bantuan sarana pengairan yang disiapkan bisa terlaksana sesuai dengan kondisi riil lapangan,” terangnya, Minggu (4/10/2026).
Dia menyebut, Pemerintah Pusat tidak bisa membangun seluruh jaringan infrastruktur pertanian di daerah tanpa adanya pengajuan usulan resmi dari Pemda setempat. Oleh karena itu, Pemerintah daerah diimbau agar tidak ragu menyampaikan segala bentuk kebutuhan pengairan sawah secara langsung kepada pihak pusat.
Baca juga : Kalau Khawatir Tidak Masuk Parlemen, Golkar Undang Politisi Nonparlemen Gabung
Berbagai hambatan pemicu rendahnya penyerapan program pengairan itu, sambungnya, perlu dibahas secara komprehensif demi menemukan jalan keluar terbaik.
Pemerintah Pusat memang tidak membangun infrastruktur tanpa permintaan resmi daerah. Sehingga segala bentuk kendala teknis maupun administratif di lapangan harus segera dicari solusinya.
Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah jadi salah satu faktor utama dalam menghadapi ancaman kekeringan sektor pertanian.
Melalui komunikasi yang baik, program penyediaan air diserap optimal untuk mendukung kelangsungan produksi pangan daerah. “Apalagi jika mengingat seluruh peralatan pendukung telah disiapkan pusat,” katanya.
Senada, Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda meminta Pemerintah melakukan langkah terobosan untuk mengantisipasi dampak kekeringan ekstrem.
Baca juga : Rampungkan Pembentukan DPRt, PAN Jawa Tengah Fokus Perekrutan Saksi TPS
Langkah nyata itu direalisasikan dengan menjamin ketersediaan air secara konsisten. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian masyarakat di tengah gelombang cuaca kemarau yang berkepanjangan.
Kendati hujan mulai turun, menurut Huda, ketersediaan air lahan pertanian tetap jadi perhatian usai temuan hasil inspeksi mendadak Menteri Pekerjaan Umum (PU) di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Sawah tak terairi di kawasan itu membuktikan potensi sumber air lokal sebenarnya masih bisa dimanfaatkan melalui skema pengeboran.
Karena itu, Kementan dan Kementerian PU diminta menyiapkan langkah antisipasi secara konkret. Ancaman dampak fenomena alam El Nino yang kini dirasakan masyarakat luas wajib segera dihadapi melalui berbagai terobosan taktis demi menjamin keberlanjutan pasokan air pertanian.
Apalagi, banyak daerah pertanian yang jadi wilayah paling berpotensi kekeringan. Seperti di Pulau Jawa yang meliputi Jawa Timur dan Jawa Barat. Sedangkan di luar Jawa justru berisiko kebakaran hutan.
“Makanya Pemerintah Pemerintah menyiapkan langkah terobosan pengadaan sumber air, baik dengan pompa maupun rekayasa cuaca,” tegasnya.
Baca juga : Menengok IT Wayame, Nadi Energi Maluku-Papua
Sebelumnya Mentan Amran Sulaiman mengungkapkan, sekitar 50 ribu ha lahan pertanian terdampak fenomena El Nino, khususnya dataran tinggi Jawa dan luar Jawa.
Namun, kondisi itu dipastikan masih dalam batas aman sehingga tidak mengganggu perjalanan musim tanam maupun stok pangan nasional.
Dia memastikan, Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah teknis penjagaan produktivitas lahan pertanian melalui pemanfaatan sistem irigasi pompa serta sumur dalam maupun sumur dangkal.
Penanaman bibit di wilayah berfasilitas jaringan irigasi juga diprioritaskan terlebih dulu. “Agar proses musim tanam tetap berjalan lancar tanpa terganggu fenomena El Nino,” terangnya. PYB
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 5 Oktober 2026 dengan judul "Kekeringan Berdampak Ke 50 Ribu Ha Sawah, Komisi IV Minta Kementan Perkuat Irigasi Untuk Petani"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya