Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Audiensi HUT TNI
Ibas Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan Dan Lanjutkan Perjuangan
Selasa, 6 Oktober 2026 16:26 WIB
Sebelumnya
Menjaga Sejarah dengan Cara Kekinian Wl
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu menilai perkembangan teknologi memberikan ruang yang semakin luas untuk memperkenalkan sejarah kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Media sosial, berbagai aplikasi, hingga platform digital dapat menjadi sarana untuk membuat sejarah lebih mudah dipahami tanpa menghilangkan nilai dan substansinya.
Karena itu, pendekatan dalam menyampaikan sejarah perlu terus beradaptasi. Sejarah tidak harus selalu dikemas secara kaku, tetapi tetap harus disampaikan secara bertanggung jawab berdasarkan data dan fakta.
Menurut Edhie Baskoro, perjuangan para pahlawan harus dapat dipahami melalui konteks kehidupan hari ini. Jangan sampai generasi muda menerima informasi yang keliru atau sejarah yang telah diputarbalikkan.
Dia juga mengingatkan bahwa sejarah Indonesia tidak hanya berbicara mengenai perjuangan bersenjata, tetapi juga mencakup kekayaan budaya, bahasa, kuliner, agama, hingga pariwisata yang membentuk identitas bangsa.
Karena itu, keberadaan museum dan arsip menjadi penting sebagai bagian dari upaya menjaga memori kolektif bangsa. “Merawat sejarah adalah banyak hal: mengingat, merawat dan menjaga,” ujar Ibas.
Baca juga : Badan Sosialisasi MPR Fokus Sosialisasi Empat Pilar Kepada Pendidik
Rizki menambahkan, penggunaan media sosial dan teknologi AI dapat menjadi sarana untuk membuat pembelajaran sejarah lebih menarik bagi generasi muda.
Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap perlu diarahkan agar anak muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, melainkan mampu mengolah informasi secara kritis.
Sementara itu, Anton Sukartono Suratto menyoroti pentingnya pemberdayaan generasi muda melalui ekonomi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi dapat membuka peluang bagi anak muda untuk membangun usaha melalui e-commerce, pemasaran digital, dan berbagai sektor ekonomi kreatif.
Anton juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai bangsa yang pernah memainkan peran penting dalam percaturan global, termasuk dalam konteks kepemimpinan Asia-Afrika.
Karena itu, generasi muda perlu belajar dari sejarah dengan prinsip amati, tiru, dan modifikasi agar mampu menciptakan sesuatu yang relevan dengan zamannya.
Teuku Ibrahim turut menekankan pentingnya penguatan pendidikan sejarah dan pendidikan moral Pancasila. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pemahaman sejarah yang kuat agar tidak mudah kehilangan arah.
Baca juga : Menko AHY Jajaki Teknologi Baterai Raksasa Di Swiss, Stabilkan Listrik Jawa-Bali
FKPPI juga dapat mengambil peran dalam memperkuat edukasi di sekolah, kampus, maupun lingkungan masyarakat, termasuk dalam menjaga generasi muda dari berbagai persoalan sosial seperti narkoba dan judi online.
Melanjutkan Perjuangan untuk Generasi Berikutnya
Ibas menegaskan bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan yang telah dimulai oleh generasi sebelumnya.
Perjuangan tersebut tidak selalu berarti mengulang apa yang dilakukan para pahlawan, tetapi meneruskan semangatnya dalam menghadapi persoalan yang berbeda.
Ia mengibaratkan generasi terdahulu sebagai orang tua yang telah membuka jalan, sementara generasi hari ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan dan memperbaiki jalan tersebut agar dapat dilalui oleh generasi berikutnya.
“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi bagian dari sejarah yang akan diceritakan kepada generasi berikutnya,” ujar Ibas.
Baca juga : Ibas Minta KIP Kuliah Harus Tepat Sasaran
Karena itu, semangat perjuangan harus terus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata, kepedulian, dan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
Bagi Edhie Baskoro, merawat sejarah bukan hanya tentang melihat masa lalu, tetapi juga memastikan bahwa generasi hari ini mampu meninggalkan warisan yang baik bagi Indonesia.
“Semangat hari ini adalah semangat untuk Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih maju,” pungkasnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, yakni Marwan Cik Asan selaku Sekretaris Fraksi DPR RI dan Kapoksi Komisi XI DPR RI; Rizki Aulia Rahman Natakusumah, Anggota Komisi I DPR RI; Anton Sukartono Suratto selaku Sekretaris Fraksi PD MPR RI dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI; Ir. H. Mulyadi, Anggota Komisi I DPR RI; Zulfikar Suhardi, Anggota Komisi IV DPR RI; Teuku Ibrahim, Anggota Komisi III DPR RI; serta Dr. Raja Faisal Mangaju Sitorus, Anggota Komisi XIII DPR RI.
Audiensi juga diikuti Asep Kambali selaku ahli sejarah dan influencer, Gustika Hatta selaku cucu Mohammad Hatta, aktivis, konten kreator, dan peneliti, serta Sakial Besmar selaku Wakil Ketua Bidang Hankam dan Hubungan Antar KBTP GM FKPPI serta anggota FKPPI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya